Sidang perdana praperadilan yang diajukan Roy Suryo, tersangka kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, akan digelar besok, Senin (29/6/2026), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara 99/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL dan dijadwalkan mulai pukul 09.00 WIB.
Dalam gugatannya, Roy mempersoalkan keabsahan upaya penggeledahan yang dilakukan tim penyidik kepolisian terhadap dirinya. Klasifikasi perkara yang tercantum dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel adalah sah atau tidaknya pelaksanaan upaya paksa penggeledahan.
Tergugat I dalam praperadilan ini adalah Pemerintah RI c.q. Kapolda Metro Jaya c.q. Dirreskrimum Polda Metro Jaya c.q. Kasubdit Kamneg c.q. Tim Penyidik. Tergugat II adalah Pemerintah RI c.q. Jaksa Agung c.q. Jampidum pada Kejagung RI c.q. Kajati DKI Jakarta. Adapun petitum permohonan belum dapat ditampilkan di SIPP.
Roy Suryo dan Dokter Tifa ditangkap polisi pada Jumat (19/6/2026). Keduanya sempat menjalani perawatan di RS Polri hingga Senin (22/6/2026) sebelum dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan. Namun, kejaksaan memutuskan tidak menahan keduanya.
Kajari Jakarta Selatan Marcelo Bellah menjelaskan, keputusan itu didasarkan pada permohonan kuasa hukum dan keluarga para tersangka yang menjamin kehadiran mereka dalam persidangan. "Keluarga sebagai penjamin yang bersedia menerima risiko apabila tersangka tidak hadir dalam persidangan," ujarnya kepada wartawan, Senin (22/6/2026).
Artikel Terkait
Telepon Teddy Indra Wijaya, Pencopotan, lalu Penangkapan: Kesaksian Lodewyk di Praperadilan
Bareskrim: Penggeledahan dan Penyitaan di Kasus Febrie Sesuai Prosedur
Kejagung Nilai Eks Jampidsus Febrie Tak Sesuai Fakta Saat Diperiksa
Kronologi Sopir Alphard Hantam Motor Pakai Batu Terungkap