Keluarga Curiga Ada Kejanggalan di Balik Kematian Pedagang Martabak di Asahan, Lapor ke Polda Sumut

- Jumat, 26 Juni 2026 | 14:15 WIB
Keluarga Curiga Ada Kejanggalan di Balik Kematian Pedagang Martabak di Asahan, Lapor ke Polda Sumut

Keluarga seorang pedagang martabak di Asahan, Sumatera Utara, melaporkan kejanggalan di balik kematian pria yang disebut gantung diri tersebut. Sejumlah luka lebam ditemukan pada tubuh korban, membuat pihak keluarga menolak begitu saja kesimpulan awal bahwa itu adalah bunuh diri.

Korban bernama Safii, 44 tahun. Ia ditemukan tewas di rumahnya di Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, pada 2 Juni 2026. Abang kandung korban, Teguh, mengatakan bahwa sejak hari itu hingga kini pihak keluarga tidak pernah mendapat penjelasan utuh mengenai kronologi kematian adiknya.

“Kedatangan saya kemari buat laporan tentang kematian adik saya. Itu karena cerita kematiannya simpang siur, misterius,” kata Teguh saat melapor ke Polda Sumut, Kamis (25/6/2026).

Menurut Teguh, jasad Safii pertama kali ditemukan oleh istrinya di dalam rumah. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada kepala dusun setempat, yang selanjutnya mengevakuasi korban ke puskesmas atau klinik terdekat. Namun, Teguh menegaskan, tidak ada warga yang melihat langsung korban dalam kondisi tergantung. Informasi bahwa Safii bunuh diri hanya berasal dari keterangan istri korban dan kepala dusun.

“Yang bilang bunuh diri itu si kadus dan istri (kepada warga sekitar). Terus dibawa ke puskesmas. Pulang dari puskesmas hingga ke rumah adik saya itu, bilang kejadiannya bunuh diri,” ucapnya.

Teguh menambahkan, hanya istri korban dan kepala dusun yang mengaku melihat Safii dalam kondisi tergantung. Keluarga pun tidak pernah diperlihatkan dokumentasi apa pun saat korban ditemukan. “Itu yang mengangkat mayatnya kadus. Itu yang menolong dialah, katanya dibawa ke puskesmas,” katanya.

Atas dasar itu, Teguh resmi membuat laporan ke Polda Sumut dengan nomor LP/B/1010/VI/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA. Ia meminta kepolisian melakukan ekshumasi dan autopsi ulang untuk mengungkap penyebab pasti kematian adiknya.

“Saya siap kalau nanti ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian,” pungkasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti sesuai prosedur. “Tentunya akan didalami. Apabila tidak bunuh diri, maka akan disampaikan. Begitu juga, apabila memang bunuh diri akan disampaikan,” ucapnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.