120 Penerbangan di Jepang Batal, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Dua Badai Tropis

- Jumat, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB
120 Penerbangan di Jepang Batal, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Dua Badai Tropis

Lebih dari 100 penerbangan di Jepang dibatalkan pada Jumat, 26 Juni 2026, setelah dua badai tropis bergerak mendekati kepulauan negara itu. Pemerintah setempat juga mengeluarkan imbauan evakuasi di sejumlah wilayah karena ancaman banjir dan tanah longsor yang mulai mengintai.

Salah satu sistem cuaca yang menjadi perhatian adalah badai tropis kuat Mekkhala. Meski sebelumnya berstatus topan dan kini telah diturunkan klasifikasinya, badai ini masih membawa embusan angin hingga 144 kilometer per jam. Hujan lebat telah mengguyur Jepang bagian selatan dan barat sejak beberapa hari terakhir.

Japan Airlines dan All Nippon Airways tercatat membatalkan total 120 penerbangan dari dan menuju wilayah selatan, termasuk Okinawa dan Kagoshima. Di Kyoto, ribuan warga diminta mengungsi setelah pemerintah memperingatkan potensi tanah longsor. Sementara itu, permukaan air sungai di Kyoto dan Osaka terus meningkat, membuat warga diminta tetap waspada terhadap ancaman banjir.

Dampak cuaca ekstrem ini juga merembet ke sektor industri. Produsen otomotif Toyota menghentikan operasional salah satu pabriknya di Kyushu akibat penutupan jalan karena hujan deras. Nissan pun mengumumkan rencana penghentian sementara beberapa lini produksinya.

Militer Jepang turut membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey menuju Pulau Miyako. Penerbangan itu semula dijadwalkan sebagai bagian dari latihan gabungan dengan Amerika Serikat.

Di Taiwan, lebih dari 1.600 warga telah dievakuasi dari rumah mereka. Sekolah dan perkantoran ditutup di sejumlah wilayah akibat hujan deras, banjir, dan tanah longsor yang dipicu badai Mekkhala. Badan prakiraan cuaca Taiwan mencatat curah hujan mencapai 88 sentimeter sejak Kamis, 25 Juni 2026. Sejumlah warga yang tinggal di hilir danau bendungan alami di Hualien juga telah dievakuasi, sementara beberapa jalur kereta dihentikan sementara.

Hingga Jumat, belum ada laporan korban jiwa. Meski demikian, otoritas memperingatkan potensi aliran material longsor yang berbahaya di wilayah pegunungan Kabupaten Hualien, serta di Kaohsiung dan Pingtung.

Sistem cuaca ini diperkirakan akan melintasi Pulau Kyushu dan Shikoku pada akhir pekan, sebelum berpotensi bertemu dengan badai tropis Higos yang bergerak di Samudra Pasifik. Pertemuan kedua badai itu dapat memicu fenomena Fujiwhara, yang membuat pergerakan dan kekuatan badai menjadi lebih sulit diprediksi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags