Harga Minyak Dunia Anjlok ke Titik Terendah Sejak Sebelum Konflik Iran, Pasokan Timur Tengah Pulih

- Jumat, 26 Juni 2026 | 12:00 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Titik Terendah Sejak Sebelum Konflik Iran, Pasokan Timur Tengah Pulih

Harga minyak dunia kembali terperosok ke level terendah yang belum pernah terlihat sejak sebelum konflik Iran pecah. Pelemahan ini dipicu oleh pulihnya pasokan minyak dari Timur Tengah, yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan energi global.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus tercatat turun 1,06 dolar AS atau 1,44 persen menjadi 72,68 dolar AS per barel pada pukul 06.39 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 76 sen atau 1,08 persen ke posisi 69,58 dolar AS per barel. Kedua kontrak tersebut menyentuh titik terendah sejak 27 Februari.

Yang menarik, kontrak Brent untuk pengiriman Agustus diperdagangkan lebih rendah dibandingkan kontrak September yang berada di level 73,59 dolar AS per barel. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pasokan minyak dalam jangka pendek masih relatif melimpah.

Sehari sebelumnya, harga Brent telah anjlok lebih dari 3 dolar AS, sedangkan WTI ditutup turun hampir 3 dolar AS. Penurunan ini terjadi setelah kekhawatiran terhadap pasokan mulai mereda.

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengungkapkan, arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kini hampir kembali normal seperti sebelum konflik Iran. Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 20 juta barel minyak telah melintasi jalur pelayaran tersebut.

“Kondisi akan benar-benar normal dalam beberapa pekan ke depan karena kawasan Selat Hormuz masih harus dibersihkan dari ranjau,” ujar Wright.

Meningkatnya pasokan minyak dari Timur Tengah, ditambah rencana Iran untuk meningkatkan penjualan minyak setelah memperoleh pelonggaran sementara sanksi Amerika Serikat, turut menekan harga minyak fisik di pasar global.

Kesepakatan awal yang dicapai pekan lalu untuk mengakhiri konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran, yang dimulai pada 28 Februari, memungkinkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz kembali berjalan. Hal ini menjadi faktor utama yang mengubah sentimen pasar secara drastis.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.