Polisi masih memburu M, pelaku pelemparan bom molotov di Koja, Jakarta Utara, yang nyaris mengenai seorang ibu yang sedang membonceng anaknya. Hingga saat ini, keberadaan pria tersebut belum diketahui.
“Rumah pelaku dan tempat-tempat lain sudah (didatangi). Masih nihil dan masih ngembang ke beberapa tempat lain,” kata Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto saat dihubungi, Rabu (24/6/2026).
Andry menegaskan bahwa identitas para pelaku sudah dikantongi penyidik. Proses pengejaran kini tengah berlangsung dan melibatkan tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Utara.
“Masih dikejar,” ujarnya.
Pelaku M ternyata tidak bergerak sendirian. Polisi mengungkap bahwa ia mengajak dua hingga tiga orang temannya saat melakukan aksi pelemparan. “Pelaku pelemparan 1 orang, namun saat kejadian pelaku ajak antara 2 atau 3 orang kawannya,” jelas Kompol Andry.Motif di balik serangan itu terungkap dari hasil penyelidikan. Pelemparan bom molotov diduga dipicu oleh rasa cemburu pelaku terhadap mantan istrinya, R, yang kini memiliki kekasih baru berinisial U. Ironisnya, sasaran amuk M bukanlah U, melainkan keluarga pria tersebut.
“Cuma pelaku M itu cemburu sama R sama U. Cemburunya lucu, nyasar ke keluarganya U,” kata Andry saat dihubungi, Selasa (23/6).
Target yang dimaksud adalah K, paman dari U. Dalam rekaman yang beredar, K terlihat duduk sambil memegang ponsel di depan sebuah rumah di Jalan Mandiri II, Koja, pada Senin (22/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itulah M melemparkan bom molotov ke arahnya. K, yang dalam video tampak mengenakan kaus biru, berhasil menghindar saat benda itu meledak di dekatnya.
Andry menambahkan, meski pelaku M sendiri sudah memiliki kekasih baru, ia tetap tidak terima mantan istrinya menjalin hubungan dengan orang lain. Kini, polisi terus mengejar M beserta teman-temannya yang terlibat dalam aksi tersebut.
Artikel Terkait
Kekeringan Akibat Intensitas Hujan Menurun, 512 Warga di Dua Kampung Bogor Krisis Air Bersih
Berkas Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Dinyatakan Lengkap, Segera Disidangkan
Polisi Pastikan Tak Ada Perlakuan Khusus terhadap Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan
Mendagri Tito Dorong Bedah Rumah untuk Tekan Angka Kemiskinan di Gorontalo