Intensitas hujan yang menurun di wilayah Bogor memicu kekeringan yang berdampak langsung pada ratusan warga. Mereka yang tinggal di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, kini kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur-sumur resapan mulai mengering.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh berkurangnya curah hujan di wilayah tersebut. Akibatnya, sumber air yang selama ini menjadi andalan warga tak lagi mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
"Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut, mengakibatkan sumber air sumur resapan mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih," kata Adam, Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan tim BPBD, total warga terdampak mencapai 512 jiwa. Mereka tersebar di dua kampung di Desa Parakan Muncang. Rinciannya, Kampung Pasir Ahad mencatat 33 kepala keluarga atau 237 jiwa, sementara Kampung Pasir Saga memiliki 57 kepala keluarga dengan total 275 jiwa.
Warga yang mengalami kesulitan air bersih kemudian melaporkan kejadian ini kepada petugas BPBD. Menanggapi laporan tersebut, sebanyak 5.000 liter air bersih telah didistribusikan sebagai langkah penanganan awal.
"Situasi akhir untuk sementara kebutuhan air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat," pungkas Adam.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Suara soal Alasan Bertahan di Politik: Demi Perbaiki Nasib Rakyat Kecil
IHSG Anjlok 3,56% ke 5.883, Ikuti Tekanan Global
Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta Digelar di Bundaran HI, Siapkan Flying LED Show dan Peluncuran Logo 5 Abad
Bhayangkari Polda Metro Jaya Bagikan Ratusan Paket Sembako ke Warga Bojongsari Sambut Hari Bhayangkara ke-80