Antusiasme masyarakat mengikuti Bakti Sosial Pengobatan Gratis yang digelar Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 terus meningkat. Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Minggu, 24 Mei 2026, layanan kesehatan tidak hanya mencakup pengobatan umum dan operasi baru, tetapi juga pemantauan intensif bagi pasien pascaoperasi katarak serta pelayanan kesehatan gigi yang didominasi anak-anak sejak pagi.
Setelah melayani sebanyak 3.600 pasien pada hari pertama yang meliputi poli umum, mata, dan gigi jumlah kunjungan pada hari kedua diprediksi terus bertambah. Panitia menargetkan total pasien yang terlayani selama dua hari bakti sosial dapat menembus angka lebih dari 7.000 orang. Selain memberikan tindakan medis baru, tim dokter juga memberikan perhatian khusus kepada pasien katarak yang telah menjalani operasi pada hari sebelumnya.
Koordinator Bakti Sosial Pengobatan Gratis Waisak WALUBI, Jeffri S. Tanudjaja, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen melakukan pendampingan hingga pasien pulih sepenuhnya.
"Hari ini kami melakukan kontrol dari pasien yang kemarin sudah operasi katarak. Kemarin kami melakukan operasi kepada sekitar 60 pasien. Jadi mereka hari ini datang untuk kontrol kembali. Kami tidak meninggalkan pasien begitu saja. Untuk pasien katarak, kami melakukan pemeriksaan ulang pada H 1, H 7, hingga H 28. Kami berupaya memberikan pelayanan dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin, dengan target total selama dua hari bisa mencapai lebih dari 7.000 pasien," kata Jeffri saat ditemui di lokasi bakti sosial di Pelataran Taman Lumbini Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Sementara itu, poli gigi menjadi salah satu titik yang paling dipadati warga. Sejak pagi, sejumlah orang tua sudah mengantre demi mendapatkan perawatan gigi bagi anak-anak mereka. Kondisi ini didasari oleh tingginya kebutuhan akan perawatan gigi profesional yang bagi sebagian warga sulit dijangkau karena kendala biaya.
Salah seorang warga yang rela mengantre sejak pukul 05.00 WIB adalah Siti Anifah (36). Ia membawa kedua putranya, Ramdhan (11) dan Vino (8), untuk menjalani pemeriksaan dan pencabutan gigi agar pertumbuhan gigi mereka lebih tertata rapi.
"Saya sudah sampai sini jam 5 pagi saat belum ada orang, supaya dapat nomor antrean pertama. Saya membawa anak-anak untuk cabut gigi. Anak yang besar, Ramdhan, giginya berlubang dan kalau kecapekan sering sakit sampai bengkak. Tadi sempat takut dan harus dirayu dulu sampai agak lama karena takut disuntik, tapi alhamdulillah sudah lancar dan giginya tercabut. Sedangkan untuk adiknya, Vino, dia ada masalah gigi susu yang tidak mau lepas sendiri, sehingga gigi dewasanya tumbuh tidak rapi," kata Siti Anifah.
Siti mengaku sangat terbantu dengan kegiatan bakti sosial ini. Ia berharap tahun depan kegiatan serupa kembali diadakan bagi warga sekitar.
"Kami sangat terbantu karena biaya cabut dan perawatan gigi sekarang mahal. Harapannya, tahun depan kegiatan bermanfaat seperti ini ada lagi bagi warga sekitar," ucapnya.
Kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis ini diselenggarakan WALUBI sejak Sabtu, 23 Mei 2026. Pada hari pertama, Ketua Umum WALUBI Hartarti Murdaya hadir membuka langsung acara tersebut.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, serta seluruh mitra yang sejak tahun 1996 hingga sekarang terus memberikan dukungan kepada WALUBI dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan dan kemanusiaan bagi masyarakat luas secara terus menerus," ucap Hartarti Murdaya.
Ratusan tenaga medis dan relawan disiagakan untuk melayani ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah di Magelang dan sekitarnya.
"Kami juga menyampaikan penghargaan kepada para dokter, tenaga medis, paramedis, serta para relawan dari berbagai latar belakang agama dan masyarakat yang dengan ketulusan hati bergabung dalam kegiatan ini. Kehadiran saudara-saudara sekalian memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat menyatukan banyak pihak dalam satu tujuan yang sama, yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan amal bakti demi Karma baik masing-masing," kata Hartarti Murdaya.
Layanan kesehatan gratis ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian sosial dalam rangkaian perayaan Waisak, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi masyarakat untuk mendapatkan akses medis yang berkualitas. Bakti sosial ini dijadwalkan akan terus melayani warga hingga kuota terpenuhi dengan tetap mengedepankan kualitas pelayanan medis yang maksimal.
Adapun puncak perayaan Waisak 2570 BE/2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026, dengan serangkaian agenda utama, antara lain detik-detik Waisak pada pukul 15.44.44 WIB, acara puncak dan ritual meliputi prosesi Puja Bhakti, pengambilan air berkah di Umbul Jumprit, dan penyalaan Api Dharma, serta pelepasan lampion 'Light of Peace' atau Cahaya Perdamaian Dunia di zona 2 Candi Borobudur pada malam hari. Selain nilai religiusnya, Waisak juga memberi dampak positif sosial serta menjadi momentum penyebaran pesan perdamaian ke seluruh dunia.
Artikel Terkait
Kisah Pilu Kembar Trenggalek yang Ditinggal Ibu, Kini Bersekolah Gratis di Sekolah Rakyat demi Bantu Ayah Jualan Cimol
RIIZE Pastikan Rilis Mini Album Kedua ‘II’ pada 15 Juni
Polres Jakarta Pusat Canangkan Program Pemilahan Sampah untuk Jadi Pelopor Lingkungan
Kementerian Haji Pastikan Infrastruktur Kesehatan di Armuzna Siap, 1.200 Tenaga Medis Dikerahkan