Trump Tegaskan AS Akan Kuasai Uranium Iran, Meski Negosiasi Masih Berjalan

- Jumat, 22 Mei 2026 | 10:45 WIB
Trump Tegaskan AS Akan Kuasai Uranium Iran, Meski Negosiasi Masih Berjalan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dengan tegas bahwa Washington pada akhirnya akan menguasai persediaan uranium yang diperkaya milik Iran, meskipun Teheran berkali-kali menolak untuk menyerahkan material tersebut. Pernyataan itu disampaikan Trump di hadapan wartawan di Gedung Putih, Jumat (22/5/2026), menandai eskalasi retorika dalam konflik yang telah berlangsung hampir setahun.

“Kita akan mendapatkan uranium yang sangat diperkaya; kita akan mendapatkannya,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat sejatinya tidak membutuhkan uranium tersebut, bahkan mungkin akan menghancurkannya setelah berhasil menguasainya. “Kita tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya,” tegasnya.

Menurut perkiraan intelijen AS, Iran saat ini memiliki sekitar 900 pon pasokan uranium yang sangat diperkaya. Trump mengklaim material tersebut telah terkubur setelah bombardir gabungan AS dan Israel hampir setahun lalu. Meski demikian, ia tidak merinci lokasi penyimpanan atau metode yang akan digunakan untuk mengambilnya.

Upaya memperoleh uranium itu menjadi salah satu tujuan utama Trump dalam perang yang dikobarkan Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran. Sejak awal konflik, Presiden AS berulang kali menegaskan bahwa Teheran tidak akan diizinkan mengembangkan senjata nuklir. “Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” kata Trump saat berbicara di Gedung Putih, Kamis (22/5) waktu setempat.

Sementara itu, Trump mengakui bahwa negosiasi dengan Iran masih berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa jalan diplomatik bukan satu-satunya opsi. “Saat ini, kita sedang bernegosiasi, dan kita akan melihat, tetapi kita akan mendapatkannya dengan cara apa pun,” ucapnya. Pernyataan itu mempertegas sikap Washington yang tidak akan mentoleransi kepemilikan senjata nuklir oleh Iran, meskipun harus ditempuh melalui tekanan militer.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar