Gempa M 4,6 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Tasikmalaya dan Garut

- Kamis, 21 Mei 2026 | 05:45 WIB
Gempa M 4,6 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Tasikmalaya dan Garut

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah selatan Jawa Barat pada Kamis (21/5/2026) dini hari. Pusat gempa berada di laut, tepatnya 76 kilometer di selatan Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 23 kilometer. Getaran tidak hanya dirasakan di Pangandaran, melainkan juga meluas hingga ke sejumlah kota dan kabupaten di sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa guncangan terasa paling kuat di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Di kedua wilayah tersebut, getaran mencapai skala III Modified Mercalli Intensity (MMI), yaitu getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah dan menimbulkan sensasi seolah-olah ada truk besar yang melintas. Sementara itu, di Kabupaten Ciamis, getaran tercatat pada skala II hingga III MMI, yang berarti dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung bergoyang.

Informasi resmi mengenai gempa ini disampaikan BMKG melalui kanal media sosial resminya. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa gempa terjadi tepat pukul 04.04 WIB. Data episenter menunjukkan gempa berlokasi di koordinat 8,34 Lintang Selatan dan 108,25 Bujur Timur.

Meski getaran cukup terasa, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa alam tersebut. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sebagai catatan, skala MMI III menggambarkan getaran yang nyata dalam rumah, sementara skala MMI II berarti getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan mulai bergoyang. Perbedaan intensitas ini menunjukkan bahwa pusat gempa yang berada di laut tidak memicu guncangan destruktif di daratan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar