BMKG Catat 2.278 Gempa Guncang Sulawesi Utara Sepanjang April 2026, Didominasi Gempa Dangkal

- Kamis, 21 Mei 2026 | 05:00 WIB
BMKG Catat 2.278 Gempa Guncang Sulawesi Utara Sepanjang April 2026, Didominasi Gempa Dangkal

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado mencatat sebanyak 2.278 kali gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya sepanjang April 2026, dengan mayoritas merupakan gempa bumi dangkal. Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, mengungkapkan bahwa berdasarkan distribusi kedalaman hiposenter, aktivitas seismik tersebut didominasi oleh gempa yang terjadi di kerak bumi bagian atas.

Dari total kejadian tersebut, gempa bumi dangkal mencapai 2.150 kali, disusul gempa menengah sebanyak 125 kali, dan gempa dalam hanya dua kali. Rentang magnitudo gempa bervariasi mulai dari M1,6 hingga yang terbesar mencapai M7,6. Sebanyak 42 gempa di antaranya dilaporkan terasa oleh masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Batang Dua, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara.

Tingginya frekuensi gempa pada periode itu tidak terlepas dari aktivitas gempa susulan atau aftershock pascagempa utama berkekuatan M7,6 yang terjadi di wilayah Batang Dua. Hingga akhir April 2026, BMKG mencatat sebanyak 1.958 kejadian gempa susulan yang berkaitan langsung dengan gempa utama tersebut.

Berdasarkan peta seismisitas dan distribusi episenter, konsentrasi aktivitas gempa selama April 2026 terpusat di beberapa wilayah utama, yakni Laut Maluku, khususnya perairan Batang Dua, Teluk Tomini, dan Laut Sulawesi. Pola ini menunjukkan tingginya dinamika tektonik di kawasan pertemuan lempeng dan zona subduksi di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Guncangan gempa dirasakan cukup luas di berbagai daerah. Kota Ternate misalnya, mengalami intensitas V hingga VI skala MMI, di mana getaran dirasakan oleh seluruh penduduk, menyebabkan kepanikan, dan memicu kerusakan ringan seperti retaknya plester dinding. Sementara itu, Kecamatan Ibu mencatat intensitas V MMI dengan getaran yang membangunkan hampir seluruh warga yang sedang tidur.

Di Kota Manado, intensitas gempa mencapai IV hingga V MMI, dirasakan jelas oleh hampir seluruh masyarakat dan menyebabkan sebagian warga terbangun. Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara mencatat intensitas III MMI, dengan getaran terasa nyata di dalam rumah, serupa dengan sensasi truk besar yang melintas. Sementara itu, Kabupaten Boalemo dan Pohuwato mengalami intensitas II hingga III MMI, di mana getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags