Menteri Israel Unggah Video Aktivis Bantuan Gaza Berlutut, Picu Kecaman Dalam Negeri dan Internasional

- Kamis, 21 Mei 2026 | 06:15 WIB
Menteri Israel Unggah Video Aktivis Bantuan Gaza Berlutut, Picu Kecaman Dalam Negeri dan Internasional

Sebuah video yang memperlihatkan para aktivis armada bantuan Gaza dalam posisi berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung di hadapan petugas keamanan Israel memicu kecaman internasional dan gelombang kemarahan di media sosial. Video tersebut diunggah langsung oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, dengan keterangan yang mengejek para tahanan.

Dalam rekaman yang beredar, para anggota Global Sumud Flotilla tampak dipermalukan dan dilecehkan oleh aparat keamanan Israel. Laporan dari Middle East Eye pada Kamis (21/5/2026) menyebutkan bahwa unggahan Ben Gvir yang bertuliskan "Selamat datang di Israel" menjadi bukti perlakuan tidak manusiawi terhadap warga sipil yang hanya berniat membawa bantuan ke Gaza. Pasukan Israel diketahui telah mencegat seluruh 77 kapal yang berpartisipasi dalam misi armada tersebut, lebih dari sehari setelah operasi pencegatan dimulai.

Menurut penyelenggara armada, angkatan laut Israel mengerahkan kekuatan penuh untuk menghentikan dan menaiki kapal-kapal sebelum menahan ratusan sukarelawan internasional. Otoritas Israel kemudian membawa para aktivis ke pelabuhan Ashdod, sebuah langkah yang langsung menuai kritik dari politisi dan pembela hak asasi manusia. Para pengguna media sosial pun menuding Israel dengan sengaja mempermalukan warga sipil yang dicegat saat mencoba menembus blokade Gaza.

Di tengah tekanan publik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu angkat bicara. Ia menilai perlakuan Ben Gvir terhadap para aktivis "tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel". Meski demikian, Netanyahu tetap menegaskan bahwa Israel memiliki "hak penuh" untuk mencegat armada yang menuju Gaza. Ia juga mengklaim telah menginstruksikan otoritas terkait untuk mendeportasi para aktivis sesegera mungkin.

Sementara itu, kritik keras justru datang dari internal pemerintahan Israel sendiri. Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar mengecam Ben Gvir melalui unggahan di media sosial X. Sa’ar menuduh menteri keamanan nasional tersebut dengan sengaja merugikan Israel melalui "pertunjukan yang memalukan". Menurut Sa’ar, tindakan Ben Gvir telah menggagalkan upaya diplomatik dan militer yang dilakukan para pejabat serta tentara Israel. "Tidak, Anda bukanlah wajah Israel," tulis Sa’ar.

Pemimpin oposisi Yair Lapid bahkan menyebut rekaman tersebut sebagai "serangan teroris" yang dilakukan oleh menteri keamanan nasional. Dalam unggahannya di X, Lapid menyalahkan Netanyahu atas pengangkatan "seorang penjahat yang dihukum ke dalam pemerintahan". Pernyataan ini merujuk pada catatan hukum Ben Gvir yang pernah dijatuhi hukuman karena hasutan dan dukungan terhadap organisasi terlarang.

Di sisi lain, laporan mengenai perlakuan buruk terhadap aktivis armada Gaza bukanlah yang pertama kali. Sejumlah peserta internasional sebelumnya telah melaporkan mengalami pelecehan selama berada dalam tahanan Israel. Awal bulan ini, kantor hak asasi manusia PBB menyerukan penyelidikan atas "laporan yang mengkhawatirkan tentang perlakuan buruk yang parah" terhadap dua peserta armada, Saif Abu Keshek dan Thiago Avila. Sebuah pusat hukum untuk hak-hak Palestina di Israel, Adalah, bahkan menyatakan bahwa tingkat pelecehan fisik yang dialami keduanya setara dengan penyiksaan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar