Kepercayaan diri pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, tengah berada di titik tertinggi menjelang Moto3 Italia 2026. Keyakinan itu lahir dari torehan dua kemenangan beruntun yang ia raih di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 di Sirkuit Mugello, Firenze. Prestasi tersebut menjadi modal berharga bagi pembalap asal Gunungkidul itu untuk kembali bersaing di trek sepanjang 5,2 kilometer pada akhir Mei mendatang.
Mugello bukanlah lintasan asing bagi Veda. Dalam dua musim terakhir, ia telah empat kali berlaga di sirkuit tersebut dengan grafik performa yang terus meningkat. Pada musim 2024, ia mencatatkan finis kelima dan kedelapan dalam dua balapan, menunjukkan kemampuannya beradaptasi di salah satu lintasan tercepat dalam kalender balap junior dunia.
Musim 2025 menjadi puncak penampilannya di Mugello. Veda berhasil menyapu bersih dua kemenangan sekaligus menorehkan sejarah penting dalam kariernya. Pada Race 1, ia mencatatkan waktu 26 menit 31,484 detik dengan kecepatan puncak mencapai 226,4 kilometer per jam sebuah bukti keberaniannya dalam duel kecepatan di lintasan lurus.
“Ini balapan yang sangat sulit. Saya mencoba melakukan hal yang sama seperti kemarin, memimpin di akhir. Hakim menyusul dari sisi luar di tikungan terakhir, tetapi saya yakin bisa melewatinya. Saya bergerak untuk memanfaatkan slipstream-nya dan saya lebih cepat darinya, jadi saya hanya menunggu momen yang tepat untuk keluar dan melewatinya,” ujar Veda mengenang momen kemenangan pertamanya.
“Kemenangan ganda, saya tidak percaya, saya tidak menyangka,” tambahnya penuh antusias.
“Tapi sekarang saya tahu saya bisa melakukannya, akhir pekan yang fantastis. Saya ingin berterima kasih kepada keluarga saya, sponsor, staf Piala, dan semua orang yang mendukung saya. Saya tidak sabar menunggu balapan berikutnya,” lanjutnya.
Kemenangan di Mugello bukan sekadar soal podium. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan diri Veda dalam menghadapi persaingan ketat di kancah pembalap muda dunia. Pada Race 2, ia kembali tampil dominan dengan catatan waktu 26 menit 44,347 detik dan kecepatan puncak yang meningkat menjadi 227,8 kilometer per jam salah satu yang tercepat dalam balapan tersebut.
Mugello dikenal sebagai sirkuit yang menuntut keberanian dan kemampuan memanfaatkan slipstream secara optimal. Karakter lintasan yang cepat dengan tikungan flowing sangat cocok dengan gaya balap agresif Veda yang tak ragu berduel hingga tikungan terakhir.
Sementara itu, jelang Moto3 Italia 2026, Veda membawa bekal positif setelah finis di posisi kedelapan pada Moto3 Catalunya 2026. Start dari posisi yang kurang ideal tidak menghalangi pembalap berusia 16 tahun itu untuk menembus jajaran delapan besar.
Hasil di Catalunya menunjukkan perkembangan adaptasi Veda di kelas Moto3 musim 2026. Ia mulai mampu menjaga konsistensi putaran dan lebih tenang menghadapi tekanan dari pembalap-pembalap Eropa yang lebih berpengalaman. Modal pengalaman empat kali balapan di Mugello menjadi keuntungan penting dibandingkan para pendatang baru lainnya. Veda telah memahami karakter tikungan cepat, area pengereman, hingga strategi slipstream di trek Italia tersebut.
Peluang Veda Ega Pratama untuk tampil mengejutkan dan meraih hasil terbaik di Moto3 Italia 2026 tetap terbuka lebar. Dengan modal kemenangan ganda di Mugello dan hasil positif di Catalunya, pembalap muda Indonesia ini siap bersaing ketat dan membuka kans untuk finis di barisan depan.
Artikel Terkait
Polda Metro Bantah Model AWS Korban Begal, Motifnya Iseng
Gaji Hakim Naik Hingga 280 Persen, Pemerintah Targetkan Perkuat Integritas Peradilan
Fox Sports Buka Lowongan Chief World Cup Watcher dengan Gaji Rp870 Juta untuk Tonton 104 Laga Piala Dunia 2026
Kuasa Hukum Minta Ayah Terdakwa Dugaan Penculikan Anak Kandung Dibebaskan, Sebut Kasus Hanya Konflik Keluarga