Presiden Rusia, Vladimir Putin, tiba di Beijing pada Selasa malam dalam rangka kunjungan kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Kedatangannya disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, serta penampilan kelompok musik dari angkatan bersenjata di Bandara Beijing sekitar pukul 23.15 waktu setempat.
Dalam kunjungan ini, Putin diagendakan bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, untuk membahas kemitraan strategis antara kedua negara. Kremlin menyatakan bahwa kedua pemimpin akan bertukar pandangan mengenai isu-isu internasional dan regional yang penting. Menariknya, Putin menjadi kepala negara kedua yang diterima Xi dalam waktu sepekan, setelah sebelumnya pada Kamis (14/5) Xi menjamu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, pada hari yang sama memuji eratnya hubungan bilateral kedua negara. Ia menyebutnya sebagai “persahabatan abadi antara Tiongkok dan Rusia.” Pernyataan ini menegaskan kembali posisi Beijing yang terus memperkuat hubungan dengan Moskow di tengah dinamika geopolitik global.
Penasihat Kremlin, Yury Ushakov, mengungkapkan bahwa kunjungan Putin pada 19–20 Mei ini akan diisi dengan agenda yang sangat intensif. Putin dan Xi dijadwalkan melakukan pembicaraan dalam format terbatas maupun lebih luas. Keduanya juga akan bersama-sama meluncurkan program pendidikan lintas tahun serta membahas isu-isu global paling mendesak dalam suasana yang lebih santai, “sambil minum teh,” demikian pernyataan Kremlin.
Di luar pertemuan dengan Xi, Putin juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang. Pembicaraan tersebut akan berfokus pada isu perdagangan dan ekonomi, menandakan bahwa kerja sama bilateral tidak hanya menyentuh ranah politik dan keamanan, tetapi juga sektor strategis lainnya.
Dalam pernyataan video yang dirilis menjelang keberangkatannya, Putin menyampaikan antusiasmenya terhadap kunjungan ini. “Saya sangat senang dapat mengunjungi Beijing sekali lagi atas undangan sahabat baik saya sejak lama, Presiden Republik Rakyat China, Xi Jinping,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa kunjungan timbal balik secara berkala dan pembicaraan tingkat tinggi merupakan bagian integral dari upaya bersama untuk mempromosikan seluruh rangkaian hubungan antara kedua negara dan membuka potensi yang tak terbatas.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Subsidi 200.000 Kendaraan Listrik Mulai Juni 2026, Target Tekan Impor BBM
Dua WNI Misi Kemanusiaan ke Gaza Ditahan Israel, Total Kini Sembilan Orang
Saksi Kasus Hasbi Hasan, Linda Susanti, Jalani Gelar Perkara di Polda Metro Usai Dilaporkan soal Surat Palsu
Armada Global Sumud Flotilla Berlayar dari Turki untuk Tembus Blokade Israel ke Gaza