PT Lintas Armada Indonesia Salurkan Bantuan ke Empat Panti di Jakarta, dari Cengkareng hingga Tanjung Priok

- Kamis, 21 Mei 2026 | 04:30 WIB
PT Lintas Armada Indonesia Salurkan Bantuan ke Empat Panti di Jakarta, dari Cengkareng hingga Tanjung Priok

Di tengah tekanan ekonomi yang masih melanda, sejumlah pihak terus menunjukkan kepedulian melalui aksi sosial. Langkah nyata dilakukan oleh PT Lintas Armada Indonesia (LAI) yang menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan ke empat panti di wilayah Cengkareng hingga Tanjung Priok.

Empat panti yang menjadi sasaran berlokasi di Pejagalan, Penjaringan, Cengkareng, dan Sunter Tanjung Priok. Sasaran bakti sosial ini mencakup dua panti asuhan dan dua panti wreda. Pemilik PT LAI, Antonius Chandra, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama.

“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa berbagi kepada saudara kami yang kurang beruntung secara ekonomi,” ujar Antonius di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Antonius menjelaskan, rangkaian bakti sosial diawali dengan distribusi bantuan ke Panti Asuhan Adinda dan Panti Sosial Bina Daksa Budhi Bakti di Jakarta Barat. Dua panti lainnya akan menerima bantuan pada hari-hari berikutnya. Kegiatan ini, menurut Antonius, merupakan agenda rutin perusahaan yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.

“Perusahaan kami menunjukkan dedikasi dan cinta terhadap sesama dengan berbagi agar dapat menjadi contoh bagi pengusaha lain ikut berbagi meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang beruntung secara ekonomi,” tuturnya.

Dalam bakti sosial ini, perusahaan menyalurkan berbagai kebutuhan pokok, antara lain 410 kilogram beras, telur, minyak goreng, makanan kaleng, bumbu dapur, alat kebersihan diri, buku, serta peralatan sekolah. Antonius berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban pengelola dan penghuni panti.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat kepada saudara-saudara kami serta membantu pengelola dalam memenuhi kebutuhan penghuni panti,” katanya.

Sementara itu, pengelola Panti Asuhan Adinda, Nani Suharti Soedarmo, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Ia menuturkan bahwa jumlah donasi yang masuk ke panti yang berdiri sejak 1998 itu mulai menurun pada tahun ini.

“Mungkin karena kondisi ekonomi sehingga bantuan berkurang,” ujarnya.

Panti Asuhan Adinda saat ini menampung 50 anak, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, para penghuni akan keluar dari panti tersebut.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar