Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Duduki Rektorat, Desak Tuntas Kasus Kekerasan Seksual

- Kamis, 21 Mei 2026 | 04:15 WIB
Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Duduki Rektorat, Desak Tuntas Kasus Kekerasan Seksual

Ratusan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta memadati area gedung rektorat kampus pada Rabu (20/5/2026) dalam aksi unjuk rasa yang menuntut penyelesaian kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Massa aksi tidak hanya memenuhi halaman, tetapi juga menduduki lantai satu hingga tiga gedung rektorat sebagai bentuk tekanan kepada pimpinan universitas.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan, seperti "Reformasi Birokrasi" dan "Dimana Ruang Aman Kami". Suasana semakin memanas ketika sejumlah peserta aksi membakar ban dan kertas di area lobi rektorat sebagai simbol kemarahan atas lambatnya penanganan kasus yang dinilai sudah berlangsung lama.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Risyad Hanafi, menyatakan bahwa aksi ini merupakan akumulasi kemarahan mahasiswa. Menurutnya, dugaan kekerasan seksual yang terjadi telah berlangsung dalam waktu yang cukup panjang tanpa penyelesaian yang jelas.

"Akhirnya meminta pertanggungjawaban dari Satgas PPKPT dan juga Pak Rektor terkait komitmennya menyelesaikan kasus ini seperti itu," ujar Risyad saat ditemui wartawan di lokasi aksi.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Rektor UPN Veteran Yogyakarta, M Irhas Effendi, menyatakan keprihatinannya atas dugaan kasus kekerasan seksual yang mencoreng nama baik kampus. Ia berjanji akan menindak tegas para pelaku yang terbukti bersalah.

"Tentu dalam banyak hal saya ikut prihatin," kata Irhas di hadapan para mahasiswa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak kampus siap memberikan sanksi terhadap dosen yang terbukti melakukan kekerasan seksual. "Saya sebagai rektor, tadi saya sudah mendengar ada banyak tuntutan kepada para pelanggar kekerasan seksual. Saya siap berikan sanksi untuk pengajar dari UPN," tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, mahasiswa masih bertahan di area rektorat menunggu realisasi janji pimpinan kampus untuk mengusut tuntas kasus yang menjadi sorotan publik tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar