Curhat dr. Icha ke Ketua DPRD: Diintimidasi Tiga Anggota Dewan hingga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

- Minggu, 05 Juli 2026 | 16:18 WIB
Curhat dr. Icha ke Ketua DPRD: Diintimidasi Tiga Anggota Dewan hingga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

Ketua DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Kristoforus Efi, mengungkapkan isi percakapan dengan dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha saat menjenguknya di RS Leona Kefamenanu, 17 Juni 2026. Kunjungan itu dilakukan setelah keluarga melaporkan secara lisan ke DPRD adanya dugaan tekanan dan intimidasi dari tiga anggota dewan.

Kristoforus menyatakan dr. Icha tidak merinci setiap ucapan, tetapi menyampaikan bahwa ia sempat diintimidasi tiga anggota DPRD. “Mereka menegur dengan nada kasar, memprotes kenapa tidak begini, kenapa tidak begitu. Padahal saya sudah bertindak sesuai SOP dan berkonsultasi dengan satu‑satunya tenaga ahli yang ada,” ungkap Kristo, Minggu (5/7).

Ia menambahkan, dokter muda itu merasa kehilangan kepercayaan diri untuk kembali bertugas setelah peristiwa tersebut. “Ia merasa seolah dituduh berbuat salah besar, padahal langkahnya sesuai prosedur dan telah disetujui tenaga ahli,” katanya.

Dr. Icha juga mengaku malu di hadapan pasien dan keluarga yang menyaksikan kejadian di IGD, sehingga enggan kembali bekerja.

Tiga Kali Coba Bunuh Diri

Menurut Kristoforus, dr. Icha mengakui sudah tiga kali mencoba mengakhiri hidup. Ia berusaha menenangkan dan mengimbau agar tidak mengulangi lagi. Saat itu ia juga meminta maaf atas nama lembaga dan berharap dr. Icha bisa pulih.

Kristoforus mengaku semua curhatan dr. Icha saat kunjungan itu sudah disampaikan ke polisi saat ia diperiksa. “Saya menjalani pemeriksaan penyidik di Polres TTU sekitar 1,5 jam pada Sabtu (4/7). Penyidik menggali keterangan tentang pertemuan dan kondisi korban pasca‑insiden,” tutupnya.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polda NTT. Ada empat orang yang dilaporkan, terdiri dari tiga anggota DPRD dan seorang ASN dokter hewan, yang diduga terlibat dalam intimidasi terhadap dr. Icha terkait penanganan seorang pasien yang mengalami gigitan ular hijau.

Intimidasi tersebut diduga menyebabkan dr. Icha depresi berat dan sempat melakukan percobaan bunuh diri. Ia ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Desa Baumata Barat, Kecamatan Taibenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.30 WITA.

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags