Koperasi Merah Putih Dibangun Jauh dari Pemukiman, Warga: Program Ajaib dengan Keyakinan Gagal

- Minggu, 05 Juli 2026 | 16:20 WIB
Koperasi Merah Putih Dibangun Jauh dari Pemukiman, Warga: Program Ajaib dengan Keyakinan Gagal

Program pembangunan koperasi merah putih di sejumlah daerah menuai kritik karena lokasi yang dinilai tidak strategis. Di Kampung Kuningan, Jawa Barat, koperasi dibangun di tempat yang jauh dari pemukiman warga, sehingga diragukan akan berfungsi optimal.

Seorang akademisi asal Kuningan, Zezen Zaenal Mutaqin, mengungkapkan bahwa desa dipaksa menyediakan tanah oleh aparat Komando Distrik Militer (Kodim). Akibatnya, pembangunan dilakukan tanpa mempertimbangkan aksesibilitas. "Yang ada di kepala aparat: yang penting dibangun," ujarnya.

Menurut Zezen, aparat setempat meyakini program itu tidak akan berjalan dengan baik. Mereka berharap bangunan tersebut nantinya bisa dijadikan gudang, sementara truk yang disediakan setidaknya menjadi milik desa. "Orang yang akan menjalankan usahanya digaji negara. Jadi laku atau tidak, berhasil atau tidak koperasi itu menjadi tidak penting," tambahnya.

Zezen menyebut program ini sebagai "program ajaib" karena dilakukan dengan keyakinan pasti gagal. Ia adalah Ketua Program Studi Magister di Fakultas Studi Islam, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags