Ibas: Pengelolaan Sampah Bukan Sekadar Kebersihan, Tapi Gerakan Ekonomi Baru

- Minggu, 05 Juli 2026 | 16:20 WIB
Ibas: Pengelolaan Sampah Bukan Sekadar Kebersihan, Tapi Gerakan Ekonomi Baru

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar urusan kebersihan lingkungan, melainkan gerakan bersama yang bisa menggerakkan perekonomian baru. Hal itu disampaikannya saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Sidomakmur di Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Sabtu (4/7).

Menurut Ibas, sampah yang dikelola dengan baik mampu menghadirkan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang. Ia melihat langsung bagaimana masyarakat setempat mengelola sampah rumah tangga menjadi produk bernilai guna. "Biasanya sampah hanya dibuang begitu saja dan tidak memberikan manfaat. Namun hari ini kita melihat bagaimana, dengan dukungan pemerintah daerah dan semangat kelompok masyarakat, sampah rumah tangga bisa dikelola menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2026).

TPS 3R Sidomakmur saat ini mampu mengelola sekitar 5 ton sampah per hari, dengan kapasitas hingga 10 ton. Pengelolaannya dijalankan secara swadaya oleh 14 orang, sebagian besar anggota karang taruna dan generasi muda. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan maggot untuk pakan lele, yang mendukung rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara sampah anorganik didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi.

Ibas mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bagian dari ekonomi sirkular yang bisa dikembangkan ke depan, termasuk pemanfaatan sampah sebagai sumber energi (waste to energy). "Saya bangga karena banyak generasi muda yang tidak malu turun tangan mengelola sampah. Mereka menjaga lingkungan sekaligus memperoleh penghasilan dan kesejahteraan. Inilah contoh nyata bahwa menjaga lingkungan juga bisa menghadirkan manfaat ekonomi," ungkapnya.

Dalam sesi dialog, Ketua TPS 3R Sidomakmur, Jaidin, menyampaikan kendala utama berupa kendaraan operasional pengangkut sampah yang sering rusak, sehingga menghambat pelayanan. "Kami berharap ada dukungan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," ujarnya. Menanggapi hal itu, Ibas langsung menyerahkan bantuan satu unit motor roda tiga dan sejumlah peralatan penunjang.

Ibas mengajak masyarakat menjadikan budaya hidup bersih sebagai bagian dari karakter bangsa. "Orang Jawa punya ungkapan, 'Resik kuwi sehat, sehat kuwi berkah.' Bersih itu sehat, sehat itu berkah," katanya. Kegiatan sosialisasi pengurangan sampah dan pembinaan kelompok masyarakat itu diikuti ratusan warga, serta dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags