Pentagon Kurangi Jumlah Pasukan Tempur di Eropa, Kembalikan ke Level Sebelum Perang Ukraina

- Rabu, 20 Mei 2026 | 16:35 WIB
Pentagon Kurangi Jumlah Pasukan Tempur di Eropa, Kembalikan ke Level Sebelum Perang Ukraina

Pentagon mengumumkan rencana pengurangan jumlah Brigade Combat Team (BCT) Angkatan Darat Amerika Serikat yang ditempatkan di Eropa. Keputusan ini, menurut pernyataan resmi, merupakan hasil dari proses evaluasi komprehensif yang menitikberatkan pada penataan kembali postur militer AS di kawasan tersebut.

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menjelaskan bahwa langkah tersebut lahir dari sebuah proses berlapis yang mendalam. Pengurangan ini diperkirakan akan mengembalikan jumlah personel tentara AS di Eropa ke level sebelum tahun 2021, sebelum Amerika Serikat mengirim pasukan tambahan sebagai respons atas invasi penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Sebagai gambaran, berdasarkan laporan Kongres AS, satu BCT biasanya terdiri dari sekitar 4.000 hingga 4.700 personel. Penarikan ini menandai perubahan signifikan dalam peta kekuatan militer AS di benua Eropa.

Kebijakan ini selaras dengan sikap pemerintahan Presiden Donald Trump yang kembali ke Gedung Putih. Sejak menjabat, Trump secara konsisten mendesak negara-negara Eropa untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar atas keamanan benua mereka sendiri, alih-alih terus bergantung pada perlindungan militer Amerika Serikat.

Sean Parnell menegaskan bahwa keputusan ini dirancang untuk mendorong agenda “America First” Presiden Trump di Eropa dan kawasan lainnya. “Kami mendorong sekaligus memungkinkan sekutu NATO untuk mengambil alih tanggung jawab utama atas pertahanan konvensional Eropa,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Urgensi isu ini semakin mengemuka setelah serangkaian ketegangan dalam hubungan trans-Atlantik. Salah satu pemicunya adalah upaya Trump untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, yang memicu kehebohan diplomatik.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengonfirmasi kepada wartawan bahwa penempatan pasukan Amerika Serikat ke Polandia juga mengalami penundaan. Sean Parnell membenarkan kabar tersebut dan menyebutnya sebagai “penundaan sementara” yang terjadi seiring dengan proses pengurangan jumlah brigade tempur di Eropa.

“Departemen akan menentukan keputusan akhir mengenai penempatan pasukan ini dan kekuatan AS lainnya di Eropa berdasarkan analisis lanjutan terhadap kebutuhan strategis dan operasional Amerika Serikat, serta kemampuan sekutu kami untuk ikut berkontribusi dalam pertahanan Eropa,” kata Sean.

Sebelumnya, pada awal Mei, Pentagon telah mengumumkan rencana penarikan 5.000 tentara dari Jerman. Langkah ini terjadi setelah perselisihan antara Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang mengkritik kebijakan AS terhadap Iran dan menyebut Washington sedang “dipermalukan” dalam negosiasi dengan Teheran.

Komandan militer tertinggi Amerika Serikat di Eropa menjelaskan bahwa sebagian besar pasukan yang ditarik berasal dari brigade lapis baja yang sebelumnya sedang dalam proses penempatan ke Polandia. Artinya, penarikan ini tidak berdampak langsung pada pasukan yang sudah ditempatkan secara permanen di Polandia maupun Jerman.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar