Xi Peringatkan AS agar Hati-Hati soal Taiwan, Sebut Isu Itu Paling Fundamental dalam Hubungan Bilateral

- Kamis, 14 Mei 2026 | 17:45 WIB
Xi Peringatkan AS agar Hati-Hati soal Taiwan, Sebut Isu Itu Paling Fundamental dalam Hubungan Bilateral

Presiden China Xi Jinping secara tegas memperingatkan Amerika Serikat untuk bersikap lebih hati-hati dalam menyikapi isu Taiwan. Peringatan ini disampaikan langsung dalam pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5). Xi menekankan bahwa masalah Taiwan merupakan isu paling fundamental dalam hubungan kedua negara.

“Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan China-AS. AS harus lebih berhati-hati dalam menangani masalah Taiwan,” ujar Xi dalam pernyataan yang dikutip dari Kementerian Luar Negeri China. Ia menambahkan bahwa jika ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan. Namun, jika sebaliknya, kedua negara berisiko mengalami bentrokan dan konflik yang dapat membahayakan seluruh hubungan.

Xi juga menegaskan bahwa konsep “kemerdekaan Taiwan” dan perdamaian lintas Selat Taiwan tidak mungkin dapat didamaikan. “Seperti api dan air,” katanya, menggambarkan pertentangan yang tak terelakkan antara kedua hal tersebut. Menurut Xi, menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan kepentingan bersama terbesar antara China dan AS.

Sementara itu, dalam pertemuan yang sama, Presiden Trump menyatakan kehormatan besar atas kunjungan kenegaraannya ke China. Trump menilai hubungan AS-China sangat baik dan memuji hubungan personalnya dengan Xi sebagai yang terpanjang dan terbaik yang pernah dimiliki oleh presiden kedua negara. “Kami menikmati komunikasi yang erat dan menyelesaikan banyak masalah penting,” kata Trump.

Trump menyebut Xi sebagai pemimpin yang hebat dan China sebagai negara yang hebat. Ia berjanji akan bekerja sama dengan Xi untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama, menangani perbedaan dengan tepat, serta menjadikan hubungan bilateral lebih baik dari sebelumnya. “Pertemuan kita hari ini adalah pertemuan puncak terbesar yang disaksikan dunia,” tambah Trump.

Kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai sejumlah isu internasional dan regional utama, termasuk situasi Timur Tengah, krisis Ukraina, dan Semenanjung Korea. Mereka sepakat untuk saling mendukung dalam penyelenggaraan Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC dan KTT G20 pada tahun ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam 15 menit itu, Trump membawa serta belasan CEO perusahaan besar AS. Beberapa di antaranya adalah Elon Musk dari Tesla dan SpaceX, Tim Cook dari Apple, Jensen Huang dari NVIDIA, serta Ryan McInerney dari Visa. Turut hadir pula Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Menteri Keuangan Scott Bessent.

Di pihak China, Xi didampingi oleh Sekretaris Sekretariat Komite Pusat Partai Komunis China Cai Qi, Wakil Perdana Menteri He Lifeng, Menteri Luar Negeri Wang Yi, Menteri Perdagangan Wang Wentao, serta Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China Zheng Shanjie.

Setelah pertemuan, Xi dan Trump mengunjungi Kuil Langit di Beijing yang dibangun pada tahun 1420. Di lokasi tersebut, wartawan sempat menanyakan kepada Trump apakah ia membahas soal Taiwan dalam pertemuan. Namun, Trump tidak memberikan jawaban dan hanya berkomentar singkat, “China itu indah.”

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar