Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah pesisir Chile bagian tengah pada Minggu, 10 Mei 2026, memicu peningkatan kewaspadaan di pusat-pusat pemantauan bencana alam kawasan tersebut.
Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) dalam laporan awalnya menyebut gempa berpusat di Region Biobío, wilayah yang dikenal memiliki aktivitas tektonik tinggi. Menurut lembaga tersebut, gempa terjadi pada kedalaman 23 kilometer di bawah permukaan bumi, sehingga dikategorikan sebagai gempa berkekuatan sedang dari sisi kedalaman maupun dampaknya.
Sementara itu, Pusat Riset Geosains Jerman (GFZ) melaporkan data teknis yang sedikit berbeda. Lembaga tersebut mencatat gempa terjadi pada pukul 02.34 GMT dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Kedalaman yang lebih dangkal dinilai dapat memperkuat guncangan yang dirasakan di wilayah dekat pusat gempa. GFZ juga mencatat koordinat gempa berada di 37,70 derajat lintang selatan dan 73,19 derajat bujur barat.
Meski kekuatannya mendekati magnitudo 6, hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka dari otoritas Chile atau tim pertahanan sipil. Selain itu, belum terdapat laporan kerusakan besar pada infrastruktur di kota-kota pesisir terdekat.
Chile merupakan salah satu negara yang paling rawan gempa di dunia karena berada di kawasan Ring of Fire Pasifik, wilayah dengan aktivitas vulkanik dan seismik tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik. Otoritas setempat terus memperbarui protokol darurat dan standar bangunan tahan gempa guna meminimalkan dampak bencana serupa.
Para ahli saat ini juga terus memantau aktivitas seismik di Region Biobío untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Artikel Terkait
Mobil Hilang Kendali di Sragen, Pengemudi Alami Amputasi Tangan Kanan
Ahli Ingatkan Kesehatan Hewan Jadi Faktor Utama Penentu Sah dan Aman Ibadah Kurban
Pria Tenggelam di Situ Cikaret Ditemukan Tewas, Pencarian Terkendala Lumpur dan Visibilitas Nol
Kejagung Lelang Ferrari hingga Tas Mewah di CFD GBK, Target Transaksi Capai Rp100 Miliar