Kepedulian terhadap sesama merupakan nilai universal yang tak mengenal batas profesi, dan semangat itu diwujudkan secara nyata oleh seorang Bhabinkamtibmas di wilayah Sumatra Barat. Aipda Dian Wihendro Ratno, anggota Polsek Lubuk Begalung, tidak hanya menjalankan tugas pokok sebagai pengayom masyarakat, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan lansia dan anak yatim di Kelurahan Banuaran. Langkah konkret yang dilakukannya meliputi pembinaan sekolah lansia, penyaluran bantuan sembako, hingga dukungan penuh terhadap kegiatan yayasan anak yatim.
Di sela-sela kegiatan senam lansia yang rutin digelar dua kali dalam sepekan, Aipda Dian tampak memimpin langsung jalannya senam bersama puluhan peserta berusia lanjut. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga kesehatan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para peserta. "Kalau ada lansia yang tidak datang karena sakit atau kesulitan berjalan, biasanya kami jemput. Yang penting mereka tetap semangat dan bahagia," ujar Dian dalam program Presisi Mengayomi di Metro TV, Jumat, 8 Mei 2026.
Perjalanan hidup Dian sebelum menjadi polisi justru menjadi fondasi kuat bagi kepeduliannya kini. Ia mengaku cita-citanya menjadi anggota Polri sudah tumbuh sejak kecil, meskipun kondisi ekonomi keluarga sempat membuat impian itu terasa sulit diwujudkan. Semasa bersekolah di SMK 5 Padang, ia bekerja sebagai buruh bangunan untuk membiayai pendidikan hingga akhirnya berhasil lolos seleksi menjadi anggota Polri. "Orang tua saya dulu bilang kehidupan keluarga susah, tapi saya tetap berusaha. Saya sekolah sambil kerja buruh bangunan sampai akhirnya bisa jadi polisi," katanya.
Selama 23 tahun bertugas, Dian mengaku selalu berusaha membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya lansia dan anak yatim. "Dari hal kecil insyaallah bisa menjadi hal besar. Saya ingin terus peduli kepada warga yang membutuhkan, baik lansia maupun anak yatim," ucapnya. Saat ini, ia aktif membina sekolah lansia yang diikuti oleh 45 orang. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menjaga kesehatan dan semangat para lansia, mulai dari senam, pemeriksaan kesehatan, hingga kegiatan menggambar bersama. "Kami juga bekerja sama dengan tim kesehatan agar para lansia tetap aktif dan ceria," katanya.
Kepedulian Dian juga terlihat saat mengunjungi seorang lansia bernama Rawang yang mengalami kesulitan berjalan akibat sakit pada lututnya. Dengan sabar, ia membujuk sang nenek untuk tetap mengikuti kegiatan sekolah lansia dan menawarkan bantuan untuk mengantarnya. Sementara itu, di luar pendampingan lansia, Dian turut terlibat dalam kegiatan Jumat Berkah bersama Yayasan Berkah Amal Salih di Kelurahan Banuaran. Bersama relawan yayasan, ia membantu menyiapkan makanan sehat untuk anak-anak yatim.
Relawan Yayasan Berkah Amal Salih, Herawati Taher, mengatakan kehadiran Aipda Dian membawa banyak perubahan bagi yayasan tersebut. "Dengan kehadiran Pak Dian, banyak perkembangan di yayasan ini. Tempat kami direnovasi dan beliau juga banyak membantu, baik secara materi maupun dukungan lainnya," ujar Herawati. Menurutnya, sebelum bergabung dengan yayasan, Dian pernah bertugas sebagai anggota Buser. Setelah melihat kondisi yayasan yang dinilai kurang layak untuk menampung anak-anak yatim, Dian langsung menyatakan ingin ikut membantu dan berbagi.
Dukungan terhadap kegiatan sosial Dian juga datang dari jajaran pimpinan Polri. Dian mengatakan para pimpinan terus memberikan semangat agar dirinya tetap menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat. "Pimpinan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami selalu diberi dukungan untuk terus hadir membantu masyarakat," katanya. Kapolda Sumatra Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, turut mengapresiasi pengabdian yang dilakukan Aipda Dian. Menurutnya, sosok Bhabinkamtibmas memang harus menjadi polisi yang dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan warga. "Ini bentuk pengabdian sesungguhnya. Polisi harus menjadi penolong masyarakat dan Bhabinkamtibmas adalah polisi yang paling dekat dengan warga," ujar Gatot.
Di sisi lain, Dian juga aktif dalam kegiatan di luar bidang sosial. Ia rutin membantu pengaturan lalu lintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Banuaran dan Koto Baru. Bersama warga dan para remaja setempat, ia membantu mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas. Tokoh masyarakat sekaligus relawan palang kereta api, Deni, mengatakan Dian aktif mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan di lokasi tersebut. "Kalau ada kereta lewat dan belum ada yang jaga, Pak Dian langsung turun membantu. Sekarang sudah ada pembinaan sehingga masyarakat ikut terlibat menjaga," kata Deni.
Tidak hanya itu, Dian juga memberdayakan warga melalui usaha UMKM keripik pisang yang dikelolanya bersama ibu-ibu di Kelurahan Banuaran. Sebagian hasil usaha tersebut digunakan untuk membantu kegiatan sosial di yayasan. "Sebagian hasil usaha dipakai untuk keluarga, sebagian lagi kami salurkan ke yayasan dan membantu ibu-ibu di sini supaya tetap punya penghasilan," ujarnya. Relawan lainnya, Dian Eka Putriani, menilai Aipda Dian sebagai sosok yang tulus membantu masyarakat. Ia mengaku banyak warga memilih melapor kepada Dian ketika menghadapi persoalan di lingkungan mereka. "Respons Pak Dian cepat. Warga merasa terbantu dan merasa aman," katanya.
Melalui berbagai kegiatan sosial yang dijalankan, Aipda Dian Wihendro Ratno menunjukkan bahwa pengabdian sebagai anggota Polri tidak hanya dilakukan melalui tugas keamanan, tetapi juga lewat kepedulian dan kedekatan dengan masyarakat. Sosoknya menjadi bukti bahwa seorang polisi bisa menjadi pilar sosial yang memperkuat solidaritas dan kesejahteraan warga di tengah tugas pokoknya.
Artikel Terkait
Petugas Gagalkan Penyelundupan Belasan Satwa Eksotis Asal Thailand di Bandara Soekarno-Hatta, Disembunyikan dalam Kaus Kaki
Operasi SAR Erupsi Gunung Dukono Dihentikan, Seluruh Korban Tewas Berhasil Dievakuasi
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Pesisir Chile Tengah, Belum Ada Laporan Korban
Dua WNA Singapura Ditemukan Tewas Tertimbun Material Vulkanik di Gunung Dukono