Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027: Hadapi Jepang, Qatar, dan Thailand

- Minggu, 10 Mei 2026 | 10:00 WIB
Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027: Hadapi Jepang, Qatar, dan Thailand

Tim Nasional Indonesia langsung mendapatkan tantangan berat pada babak penyisihan grup Piala Asia 2027 setelah hasil undian menempatkan Skuad Garuda di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Undian fase grup yang berlangsung di Riyadh pada Sabtu, 10 Mei waktu setempat, mempertemukan Indonesia dengan lawan-lawan yang dianggap sebagai kekuatan utama sepak bola Asia. Jepang dikenal sebagai salah satu raksasa benua, sementara Qatar menyandang status juara bertahan, dan Thailand merupakan rival tradisional dari kawasan Asia Tenggara yang kerap merepotkan.

Dengan komposisi grup seperti ini, langkah Indonesia untuk mengulang pencapaian positif lolos ke babak 16 besar pada edisi 2023 diprediksi akan jauh lebih sulit. Banyak pihak menilai bahwa Grup F layak disebut sebagai grup neraka karena seluruh lawan memiliki kualitas dan pengalaman turnamen yang mumpuni. Meski demikian, tim asuhan pelatih Shin Tae-yong tetap diharapkan mampu memberikan perlawanan maksimal demi menjaga asa melaju ke fase selanjutnya.

Berdasarkan jadwal yang telah dirilis, Indonesia akan memulai perjuangan dengan menghadapi Jepang pada 11 Januari 2027. Lima hari berselang, giliran Qatar yang menjadi lawan, dan pertandingan terakhir fase grup akan berlangsung melawan Thailand pada 20 Januari 2027. Ketiga laga ini akan menjadi ujian berat bagi konsistensi dan strategi tim.

Sementara itu, tuan rumah Arab Saudi tergabung dalam Grup A bersama Kuwait, Oman, dan Palestina. Adapun hasil lengkap undian fase grup Piala Asia 2027 menunjukkan persaingan ketat di setiap grup. Grup B diisi oleh Uzbekistan, Bahrain, Korea Utara, dan Yordania, sedangkan Grup C mempertemukan Iran, Suriah, Kyrgyzstan, dan China. Grup D berisi Australia, Tajikistan, Irak, dan Singapura, sementara Grup E dihuni Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Vietnam, serta pemenang antara Lebanon dan Yaman.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar