Menteri Lingkungan Hidup Temui Emil Salim, Bahas Pengelolaan Sampah Berbasis Siklus Alam

- Kamis, 07 Mei 2026 | 20:45 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Temui Emil Salim, Bahas Pengelolaan Sampah Berbasis Siklus Alam

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menemui tokoh senior lingkungan hidup Indonesia, Emil Salim, dalam sebuah pertemuan yang bertujuan memperkuat arah kebijakan dan gerakan lingkungan yang berkelanjutan di tanah air. Emil Salim sendiri dikenal sebagai Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup pada periode 1978–1983 serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup pada periode 1983–1993.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Jumhur menegaskan bahwa pembangunan lingkungan ke depan harus mengedepankan kolaborasi luas dan pendekatan yang lebih manusiawi. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, menjadi kunci dalam mewujudkan satu gerakan bersama.

"Saya dinasehati dan kita semua dinasehati oleh Prof. Emil bahwa sentuhan kemanusiaan, human touch dalam membangun lingkungan hidup di Indonesia, di manapun posisi kita apapun itu. Karena itu, silakan dikolaborasikan semua kekuatan, terutama civil society dalam gerakan lingkungan. Gerakan tidak boleh hanya menjadi milik Kementerian Lingkungan Hidup, tapi gerakan lingkungan menjadi milik semua," ujar Menteri Jumhur.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengelolaan lingkungan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat yang selama ini berperan langsung dalam menjaga lingkungan secara sukarela, menurutnya, harus menjadi bagian integral dari setiap kebijakan yang dirumuskan.

Sementara itu, Emil Salim menyampaikan pentingnya perubahan cara pandang dalam melihat hubungan antara manusia dan lingkungan. Ia secara khusus menyoroti pemahaman mengenai sampah sebagai bagian dari siklus kehidupan yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

"Alam ini siklus, sampah pun siklus sehingga bisa didaur ulang. Maka bagaimana membangun pola bahwa resource menjadi produk, produk menjadi sampah, dan sampah kembali menjadi resource untuk produk. Jangan melihat sampah sebagai buangan, tetapi menjadikan sampah sebagai sumber kehidupan yang bisa bermanfaat bagi manusia," jelas Emil Salim.

Emil Salim juga mengingatkan bahwa alam bekerja dalam suatu siklus yang harus dijaga keseimbangannya. Jika keseimbangan itu terganggu, maka fungsi alam sebagai penopang kehidupan akan menurun drastis.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesinambungan pemikiran lintas generasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Di tengah tantangan perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan degradasi lingkungan yang semakin kompleks, pendekatan yang tidak hanya berbasis kebijakan dan teknologi dinilai tidak lagi cukup. Nilai, etika, serta kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa menjadi fondasi yang harus diperkuat.

KLH/BPLH menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi pengelolaan lingkungan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Masyarakat ditempatkan sebagai bagian penting dalam menjaga siklus alam, bukan sekadar objek dari kebijakan yang berjalan dari atas ke bawah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar