Pakistan Tegaskan Syarat Khusus untuk Kirim Pasukan ke Gaza

- Senin, 01 Desember 2025 | 05:00 WIB
Pakistan Tegaskan Syarat Khusus untuk Kirim Pasukan ke Gaza
Pernyataan Pakistan Soal Pasukan Gaza

Pakistan siap untuk berkontribusi pada Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza, tapi dengan satu pengecualian besar: mereka "tak siap" untuk melucuti pejuang Palestina, termasuk Hamas.

Wakil Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, bersikap blak-blakan dalam pernyataannya. "Kalau tujuan utama pasukan internasional itu adalah melucuti Hamas, ya kami enggak mau ikut. Itu bukan tugas kami," ujarnya dengan tegas.

Menurut Dar, tugas semacam itu seharusnya menjadi wewenang badan penegak hukum Palestina sendiri.

Di sisi lain, dia menegaskan bahwa jika misinya murni penjaga perdamaian, maka Islamabad dengan senang hati akan mengirimkan pasukan. "Perdana Menteri Shehbaz Sharif sebenarnya sudah setuju secara prinsip. Tapi kami baru akan putuskan setelah lihat acuan kerja dan mandatnya seperti apa," jelas Dar lagi. Rupanya, keputusan akhir masih menunggu detail operasional yang lebih jelas.

Dia juga mengungkapkan bahwa dalam pembicaraan awal, Indonesia bahkan menawarkan kontribusi yang cukup besar: sekitar 20 ribu pasukan.

Tapi ada informasi menarik yang dia sampaikan. "Dari yang saya dengar, jika itu termasuk melucuti Hamas, Indonesia pun secara informal sudah menyatakan keraguan," tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran Pakistan mungkin juga dirasakan oleh negara lain.

Latar belakang dari pernyataan ini adalah resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan awal bulan ini. Resolusi itu mengesahkan sebuah dewan perdamaian dan mengizinkan pasukan stabilisasi internasional untuk mengawasi pemerintahan, rekonstruksi, serta keamanan di Gaza.

Resolusi tersebut menetapkan bahwa dewan perdamaian dan ISF akan berlaku sah hingga 31 Desember 2027. Nantinya, perpanjangan otorisasi ISF akan dikerjasamakan sepenuhnya dengan Mesir, Israel, dan negara-negara anggota lain yang bergabung.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar