Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK, baru-baru ini menekankan satu hal: program pemberdayaan keluarga itu nggak bisa disamaratakan. Apalagi di daerah seperti Papua Selatan, yang punya tantangan geografis sendiri. Menurut dia, justru potensi lokal, kearifan setempat, dan solidaritas warga itulah yang harus jadi modal utama.
“Harus ada adaptasi, inovasi, dan keberanian,” tegasnya. “Program harus kontekstual, menyentuh kebutuhan masyarakat, dan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.”
Pernyataan itu disampaikan Tri saat melantik Hermina Ewenkos secara virtual sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua Selatan. Pelantikan berlangsung hari ini.
Di sisi lain, Tri juga mendorong kerja sama lintas perangkat daerah. Mulai dari perencanaan, penganggaran, sampai eksekusi program di tingkat desa dan kelurahan. Semua harus nyambung. Ia juga menyoroti satu hal yang agak mengkhawatirkan: sampai sekarang, Papua Selatan belum mengajukan nomor registrasi Posyandu ke Kemendagri. Padahal, kata Tri, ini penting banget untuk pembinaan yang terintegrasi secara nasional.
Ngomong-ngomong soal Posyandu, Tri menjelaskan bahwa lembaga ini udah bertransformasi. Lewat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini jadi pusat layanan dasar yang menangani enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketertiban, hingga perlindungan masyarakat dan sosial.
Dalam sambutannya, Tri juga menyampaikan selamat ke Hermina. “Amanah ini bukan hanya kehormatan,” ujarnya. “Tapi tanggung jawab strategis untuk menggerakkan pemberdayaan keluarga dan pelayanan dasar hingga ke tingkat paling bawah.”
Pelantikan ini, menurut Tri, adalah tindak lanjut dari Perpres Nomor 99 Tahun 2017. Aturan itu menempatkan PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan berbasis keluarga. Ditambah lagi dengan Permendagri Nomor 36 Tahun 2020 yang mengatur tata kelola gerakan PKK secara nasional.
Tri juga berpesan agar praktik baik yang sudah berjalan terus dilanjutkan dan diperluas. Ia mendorong lahirnya inovasi program sederhana tapi berdampak nyata misalnya soal peningkatan gizi keluarga, penguatan ekonomi rumah tangga, dan pemanfaatan pangan lokal.
Menjelang akhir sambutannya, ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk memperkuat kelembagaan PKK dan Posyandu. Termasuk meningkatkan kapasitas kader dan membangun sinergi lintas sektor.
Dengan langkah-langkah itu, Tri optimistis. PKK dan Posyandu di Papua Selatan bisa jadi garda terdepan mewujudkan kesejahteraan keluarga yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
BPN: Balik Nama Sertifikat Tanah Orang Tua ke Anak Tidak Otomatis, Waspadai Perbedaan Hibah dan Waris
Satpam Sekolah di Singkawang Cabuli Siswi, Juga Ancam Sebar Foto Korban
Komut KAI Said Aqil Sebut Taksi Mogok di Perlintasan Jadi Pemicu Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL
Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendamping PKH Harus Profesional dan Berintegritas, Pelanggaran Tak Ditoleransi