Korban Selamat Dievakuasi dari Reruntuhan KRL di Bekasi, 5 Tewas dalam Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek

- Selasa, 28 April 2026 | 04:40 WIB
Korban Selamat Dievakuasi dari Reruntuhan KRL di Bekasi, 5 Tewas dalam Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek

Stasiun Bekasi Timur, dini hari tadi, jadi saksi sebuah operasi penyelamatan yang menegangkan. Tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi seorang perempuan yang terjepit di dalam gerbong KRL. Ia jadi korban tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek. Yang bikin lega, korban masih dalam keadaan hidup.

Dari pantauan di lapangan sekitar pukul 04.15 WIB, Selasa (28/4/2026), proses evakuasi berlangsung hati-hati. Petugas mengeluarkan korban pakai tandu. Ia pakai baju putih dan celana hitam. Wajahnya pucat, tapi masih sadar.

Tim medis langsung membopong tandu itu, buru-buru dibawa ke rumah sakit. Di sepanjang perjalanan, selang oksigen terpasang di hidungnya. Suasana di sekitar stasiun masih mencekam, lampu-lampu darurat menyala temaram.

Nah, sebelumnya pihak KAI sudah kasih pernyataan resmi. Mereka bilang, dalam insiden ini ada lima penumpang KRL yang meninggal dunia. Tapi, masih ada tiga sampai empat orang lain yang belum berhasil dikeluarkan dari reruntuhan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, langsung angkat bicara saat ditemui wartawan di lokasi.

"Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3," ujarnya.

Ia juga nambahin, "Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS."

Di sisi lain, Bobby memastikan KAI sudah mendirikan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi. Menurut dia, salah satu jalur di Stasiun Bekasi Timur sudah bisa dipakai lagi. Itu setelah proses evakuasi mobil taksi yang ikut tertemper beres dilakukan.

"Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi ini dan seperti yang kita ketahui per jam 01.24 track kita di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi follow up mengevakuasi mobil taksi tadi beserta rekan KRL yang tertemper taksi itu," katanya.

Suasana di sekitar stasiun masih campur aduk. Ada keluarga korban yang menunggu, ada juga petugas yang sibuk bolak-balik. Lumayan riuh, tapi tertib.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar