London Pagi itu di London Marathon, sesuatu yang dulu cuma ada di mimpi, tiba-tiba jadi nyata. Sebanyak tiga atlet berhasil menembus batas yang selama ini dianggap mustahil: maraton di bawah dua jam. Sabastian Sawe, Yomif Kejelcha, dan Tigist Assefa mereka tidak cuma lari, mereka menulis ulang sejarah.
Sawe finis pertama dengan catatan waktu 1:59.30, sebuah rekor dunia baru. Di belakangnya, Kejelcha yang ini debut di nomor maraton, mencatat 1:59.41. Luar biasa, memang. Sementara itu, di kategori putri, Assefa menorehkan rekor dunia women-only sebesar 2:15.41. Tiga nama, satu malam yang sama, satu batas yang runtuh.
Sawe sendiri, saat ditanya soal pencapaiannya, bicara dengan nada tenang tapi penuh rasa syukur. Katanya, ini bukan cuma soal lari cepat.
“Memecahkan rekor dunia adalah sesuatu yang sudah lama saya impikan, dan mencapainya berarti begitu banyak bagi saya dan bagi olahraga lari. Ini mencerminkan kerja keras di balik layar, dukungan tim saya, dan peran inovasi yang membantu saya mendorong melampaui batas. Saya merasa terhormat menjadi bagian dari babak baru bagi olahraga ini.”
Di sisi lain, Assefa, yang lahir di Ethiopia, juga punya cerita yang tak kalah mengharukan. Ia sudah lama memendam mimpi yang sama. Dan ketika akhirnya terwujud, ia tidak lupa menyebut tim di belakangnya.
“Memecahkan rekor dunia sudah terlintas dalam benak saya selama bertahun-tahun, dan akhirnya melakukannya sangatlah istimewa. Ini menunjukkan kerja keras yang terjadi setiap hari, kekuatan tim di sekitar saya, dan bagaimana semuanya bersatu untuk melampaui hal yang terlihat tidak mungkin. Saya bersyukur menjadi bagian dari momen ini bagi olahraga.”
Menariknya, ketiga atlet ini memakai sepatu yang sama: adidas Adizero Adios Pro Evo 3. Sepatu ini disebut-sebut sebagai yang paling ringan dan paling cepat yang pernah dibuat pabrikan itu. Bukan cuma sepatu, mereka juga didukung perlengkapan lain Techfit Endurance Shorts, Climacool Singlet, dan untuk Kejelcha, Techfit Endurance Suit. Semua dirancang khusus, katanya, untuk momen bersejarah seperti ini.
Tim inovasi adidas memang bekerja dari dekat dengan Sawe, Assefa, dan Kejelcha. Mereka nggak cuma bikin produk, tapi juga memastikan setiap detail mendukung atlet melampaui batas. Dan hasilnya? Ya, jelas sudah.
Jadi, kalau ada yang bilang batas dua jam maraton nggak mungkin ditembus, mungkin mereka belum lihat London Marathon tahun ini.
Artikel Terkait
Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Ceritakan Momen Panik Ditabrak dari Belakang
Tujuh Korban Perempuan Masih Terjepit di Gerbong KRL Usai Tabrakan di Bekasi Timur, Tim Evakuasi Berjibaku
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 4 Tewas, 29 Luka Dievakuasi, Seluruh Penumpang Argo Bromo Selamat
Evakuasi Korban Tabrakan KRL di Bekasi Berlangsung Sulit, Empat Tewas dan 71 Luka