Bekasi Timur, Senin malam suasana di Stasiun Bekasi Timur masih mencekam. Proses evakuasi penumpang korban tabrakan antara KRL dengan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek belum selesai. Petugas dari berbagai instansi masih berjibaku di lokasi.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, mengungkapkan situasi yang cukup berat. Menurutnya, masih ada enam hingga tujuh orang yang terjepit di dalam gerbong. Proses pemotongan badan kereta pun masih berlangsung.
“Sekarang masih evakuasi, sekarang masih pemotongan oleh Basarnas kepada korban yang terjepit, semoga bisa diatasi,” ujar Irjen Asep di lokasi kejadian, Senin, 27 April 2026.
Dia menekankan, prioritas utama saat ini adalah pertolongan terhadap korban. Di sisi lain, pihaknya juga sudah memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara. Pengamanan ketat dilakukan agar proses evakuasi tidak terganggu.
Soal penyebab kecelakaan, Kapolda masih enggan bicara banyak. “Kronologis kita masih pendalaman,” katanya singkat.
Tabrakan ini melibatkan KRL PLB 5568A (CL KPB–CKR) dengan kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B yang melayani rute Gambir–Surabaya Pasar Turi. Peristiwa terjadi di KM 28 920, tepatnya di Stasiun Bekasi Timur, sekitar pukul 20.52 WIB.
Bagi keluarga yang ingin mencari informasi lebih lanjut, KAI menyediakan beberapa saluran. Bisa menghubungi call center di nomor 1212, atau lewat WhatsApp resmi di 0811-2223-3121.
Artikel Terkait
Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo di Bekasi Timur, Kapolda Metro Jaya Turun Langsung ke Lokasi
Tiga Atlet Tembus Batas Dua Jam di London Marathon, Cetak Rekor Dunia Baru
KNKT Dilibatkan Usut Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi: 71 Luka, 4 Tewas