Stamford Bridge akhirnya bergemuruh, meski harus menunggu lama. Chelsea berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam laga Liga Champions melawan Pafos, Kamis (22/1/2026) malam itu. Skor tipis 1-0, tapi yang penting menang.
Dominasi permainan memang tampak jelas sejak awal. The Blues menguasai bola, menciptakan sejumlah peluang, tapi seolah ada tembok tak terlihat di depan gawang tamu. Serangan demi serangan mentah di ujung. Para suporter di tribun mulai gelisah, bertanya-tanya kapan bola akan masuk.
Jawabannya datang di menit ke-78. Moises Caicedo, yang tampil solid sepanjang laga, menjadi pahlawan. Ia berhasil memecah kebuntuan dengan sebuah penyelesaian akhir yang dingin. Gol itu seperti melepaskan napas panjang yang tertahan.
"Kami bermain dengan intensitas bagus, tapi lawan bertahan sangat rapat. Syukurlah, kami bisa menemukan celah di menit-menit akhir," ujar Caicedo usai pertandingan.
Setelah gol itu, Pafos mencoba merespon, namun waktu sudah hampir habis. Peluit panjang wasit menegaskan kemenangan Chelsea tanpa tambahan gol lagi. 1-0, cukup.
Dengan hasil ini, peta klasemen Grup mereka berubah. Chelsea mengumpulkan 13 poin dan melesat ke posisi kedelapan. Sementara itu, Pafos tertahan di dasar klasemen, tepatnya peringkat 30, dengan catatan enam poin. Perjalanan masih panjang, tapi tiga poin di kandang sendiri adalah modal berharga untuk langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Chelsea Kalahkan Leeds di Semifinal Piala FA, Calum McFarlane Akhiri Tren Buruk
Mbappe Cedera, Real Madrid Khawatirkan Keikutsertaannya di El Clasico
Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar
Bali United Hajar PSM Makassar 2-0, Irfan Jaya Jadi Mimpi Buruk Kampung Halaman