Andre Rosiade Dorong Perantau Minang Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Optimalkan Aset di Semarang

- Senin, 27 April 2026 | 20:35 WIB
Andre Rosiade Dorong Perantau Minang Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Optimalkan Aset di Semarang

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade, baru saja menghadiri pertemuan dengan perantau Minang di Semarang. Acaranya bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Ada agenda silaturahmi juga dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, plus jajaran pengurus DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jawa Tengah.

Di situ, Andre yang juga menjabat Ketua Umum DPP IKM, ngomong soal bagaimana perantau Minang harus jadi kekuatan strategis. Bukan sekadar omong kosong. Maksudnya, kekuatan yang bisa bersinergi sama pemerintah buat mendorong pembangunan entah di tingkat daerah maupun nasional.

"Kami punya prinsip, dibangun dengan bijak, dijalankan dengan jujur. Kita akan menjadi mitra positif bagi pemerintah, baik pemerintah kota, kabupaten, maupun pusat," kata Andre dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

Dia juga nggak lupa ngomongin pentingnya jaga kekompakan dan semangat gotong royong. Soalnya, perantau selama ini dikenal punya solidaritas yang tinggi. Itu aset, katanya.

Selain silaturahmi, pertemuan itu juga ngebahas soal penguatan kelembagaan IKM di Jawa Tengah. Misalnya, rencana penyediaan kantor DPW sementara sampai pembangunan sekretariat permanen. Andre bahkan bilang, kalau ada ruang kosong yang bisa dipakai, silakan dimanfaatkan dulu.

"Yang penting organisasi tetap berjalan dan memberikan manfaat," ujarnya.

Nah, dalam diskusi, sempat juga dibahas soal pengelolaan aset milik perantau Minang di kawasan Tembalang, Semarang. Aset itu, menurut mereka, punya potensi besar. Bisa dikembangkan jadi pusat kegiatan, termasuk asrama buat mahasiswa. Andre mendorong supaya aset itu segera dioptimalkan direnovasi, dikelola lebih profesional.

"Kalau aset itu kita kelola dengan baik, dalam waktu singkat bisa kita hidupkan kembali. Ini penting agar organisasi punya basis yang jelas," tegas Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu.

Dia lalu ngasih contoh perantau Minang di Yogyakarta. Di sana, mereka udah lebih dulu berhasil ngelola aset jadi asrama mahasiswa. Model kayak gitu, kata Andre, bisa diterapkan di Jawa Tengah. Rencana pembangunan fasilitas terpadu berbasis masjid dan ruang serbaguna juga ikut dibahas. Harapannya, bisa ngasih manfaat luas buat masyarakat.

Di sisi lain, Andre juga nyorot kontribusi ekonomi perantau Minang buat kampung halaman, khususnya Sumatera Barat. Menurut dia, itu nggak main-main.

"Perantau ini kekuatan besar. Setiap tahun bisa kirim hampir Rp20 triliun ke Sumatera Barat. Ini bukti nyata peran perantau dalam menggerakkan ekonomi daerah," ungkap Sekretaris Fraksi Partai Gerindra MPR RI itu.

Tapi, dia juga ngasih catatan. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat belakangan ini agak melambat. Makanya, kolaborasi semua pihak diperlukan. Biar ekonomi daerah bisa bangkit lagi.

Pertemuan itu, ya, bisa dibilang jadi momen penting. Bukan cuma buat merapatkan hubungan antara perantau Minang, pemerintah daerah, dan IKM. Tapi juga buat ngomongin sinergi biar pembangunan ke depannya lebih merata dan berkelanjutan. Setidaknya, itu yang mereka harapkan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar