Bahlil Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet: Ada yang Perlu dan Tidak Perlu Disampaikan

- Senin, 27 April 2026 | 13:55 WIB
Bahlil Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet: Ada yang Perlu dan Tidak Perlu Disampaikan
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, akhirnya angkat bicara soal kabar yang lagi panas-panasnya: isu reshuffle kabinet. Katanya sih, kabar itu mencuat sore ini. Lalu, apa tanggapan Bahlil?

"Ya kita lihat nanti saja ya," ucapnya singkat, sambil tersenyum tipis.

Ia baru saja bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Ketika ditanya apakah pertemuan itu membahas soal perombakan kabinet, Bahlil memilih bungkam. Menurut dia, ada urusan yang perlu dibicarakan dan ada juga yang tidak perlu diumbar ke publik.

"Ada semuanya harus disampaikan, ada semuanya yang tidak perlu disampaikan," katanya, entah diplomatis atau memang sengaja membuat orang makin penasaran.

Nah, di sisi lain, beredar informasi bahwa Prabowo memang berencana melakukan reshuffle hari ini juga. Berdasarkan bocoran yang diterima, pelantikan bakal digelar di Istana, Jakarta, sekitar siang hingga menjelang sore. Suasananya pasti tegang, ya.

Menurut sejumlah sumber, sejumlah kepala badan bakal dilantik menggantikan pejabat lama. Salah satu posisi yang disebut-sebut bakal dirombak adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Saat ini, posisi itu dipegang M Qodari. Katanya, dia bakal dapat tugas baru tapi belum jelas tugas apa.

Selain itu, sumber juga menyebutkan akan ada pelantikan dan pergantian kepala badan lain hari ini. Misalnya, Bakom RI. Bukan cuma itu, ada juga rencana pelantikan utusan khusus Presiden RI. Banyak yang bergerak, sepertinya.

detikcom sudah coba menghubungi Seskab Teddy Indra Wijaya dan Mensesneg Prasetyo Hadi untuk klarifikasi. Namun, sampai berita ini ditulis, keduanya belum memberikan respons. Mungkin masih sibuk, atau memang lagi ada sesuatu yang digodok.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar