Persijap Jepara meraih kemenangan krusial dengan skor telak 3-0 atas tuan rumah Persita Tangerang dalam lanjutan Super League Indonesia 2025/2026 di Indomilk Arena, Minggu (10/5/2026). Hasil ini tidak hanya mengamankan posisi Laskar Kalinyamat dari ancaman degradasi, tetapi juga mengubah peta persaingan di papan bawah klasemen.
Sejak menit awal, tim tamu tampil lebih efektif dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-25 melalui aksi Dicky Kurniawan. Pemain tersebut sukses memanfaatkan celah di lini pertahanan Persita untuk membawa timnya unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tekanan Persijap semakin sulit dibendung. Abdallah Sudi menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-74, sebelum striker asal Brasil, Carlos Franca, memastikan kemenangan dua menit berselang. Gol Franca sekaligus menegaskan peran vitalnya dalam perjuangan tim keluar dari zona merah musim ini.
Penderitaan Persita kian lengkap setelah Javlon Guseynov menerima kartu merah pada menit ke-82. Hasil akhir 3-0 membuat tuan rumah tertahan di papan tengah klasemen dengan 44 poin, sementara Persijap melonjak ke posisi ke-13 dengan koleksi 34 angka dan secara matematis berhasil menjauh dari zona degradasi.
Situasi ini membuat peta persaingan papan bawah berubah drastis. Beberapa hari sebelumnya, PSM Makassar lebih dulu memastikan keselamatan setelah hasil imbang antara Persis Solo dan Persebaya Surabaya. Kini giliran Persijap yang berhasil mengamankan posisi mereka.
Artinya, tekanan penuh kini berada di kubu Persis Solo dan beberapa rival papan bawah lainnya. Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, peluang Persis untuk bertahan semakin menipis. Mereka tidak hanya harus memenangkan laga tersisa, tetapi juga berharap rival-rival di atas terpeleset.
Di sisi lain, momentum Persijap menjadi salah satu cerita paling menarik di penghujung musim ini. Klub asal Jepara tersebut sempat lama berada di bawah tekanan akibat minimnya kedalaman skuad dan ketatnya persaingan papan bawah. Namun, mereka mampu bangkit di saat paling menentukan.
Di tengah perjuangan itu, Carlos Franca kembali menjadi figur penting. Penyerang Brasil tersebut kini menjadi simbol kebangkitan Persijap lewat kontribusi gol, pengalaman, dan ketenangannya dalam laga-laga penuh tekanan.
Kini, dua pekan terakhir Super League bukan lagi sekadar soal perebutan gelar juara, tetapi tentang siapa yang mampu bertahan hidup di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Finis Keempat di Moto3 Le Mans Usai Comeback Dramatis di Lintasan Basah
Veda Ega Pratama Nyaris Raih Podium Usai Bangkit dari Posisi 14 di Moto3 GP Prancis 2026
Petit: Kekacauan Madrid Bisa Buka Jalan Mbappe ke Arsenal
Megawati Hangestri Resmi Kembali ke Liga Voli Korea Perkuat Hyundai Hillstate Musim 2026-2027