Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun konflik, menyatakan bahwa perang dengan Ukraina mulai mendekati titik akhir. Pernyataan itu disampaikan di hadapan wartawan di Kremlin, Minggu (10/5/2026), dan langsung menjadi sorotan internasional mengingat pertempuran yang telah berlangsince sejak Februari 2022 itu merupakan konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
“Saya pikir persoalan ini mulai mendekati akhir,” ujar Putin, seraya menegaskan bahwa Rusia tetap terbuka untuk membahas pengaturan keamanan baru di Eropa. Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder sebagai sosok dari Eropa yang paling diutamakan untuk diajak berdialog.
Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Putin memimpin perayaan Hari Kemenangan di Moskow yang digelar lebih sederhana dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak seperti parade militer sebelumnya, Rusia tidak menampilkan rudal balistik antarbenua maupun deretan tank di Lapangan Merah. Sebagai gantinya, perangkat militer hanya ditayangkan melalui layar raksasa di dekat Kremlin.
Meski mengisyaratkan peluang damai, Putin tetap menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga seluruh target perang tercapai. Kremlin sebelumnya mengakui bahwa pembicaraan damai yang dimediasi pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang tertunda. Namun, di sisi lain, Rusia dan Ukraina telah sepakat melakukan pertukaran seribu tahanan serta mendukung gencatan senjata sementara yang diumumkan Trump, berlaku mulai Sabtu hingga Senin.
Dalam pernyataannya, Putin kembali menuding negara-negara Barat sebagai akar konflik. Ia mengklaim bahwa Barat pernah berjanji tidak akan memperluas NATO ke arah timur setelah runtuhnya Tembok Berlin pada 1989. Saat ini, Rusia menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina, meskipun laju serangan Moskow disebut mulai melambat sepanjang tahun ini.
Sementara itu, Trump menyebut perang Rusia-Ukraina sebagai bencana kemanusiaan terburuk sejak Perang Dunia II. “Saya ingin perang itu berhenti. Ada 25 ribu tentara muda tewas setiap bulan. Ini gila,” katanya kepada wartawan di Washington.
Putin juga menegaskan bahwa pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, hanya mungkin dilakukan jika kesepakatan damai permanen telah tercapai. Di tengah semua perkembangan ini, para pemimpin Eropa terus menekan Rusia dan menegaskan bahwa Moskow harus dikalahkan dalam perang tersebut.
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor Terjang Lima Kecamatan di Tanah Datar, Ratusan Hektare Sawah Terendam
Leo/Daniel Tundukkan Wakil Tuan Rumah, Melaju ke Semifinal Thailand Open 2026
Pemkot Banda Aceh Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terdampak Banjir Bandang dan Longsor di Aceh
Persik Kediri Siap Tampil Full Team Hadapi Persija demi Target Tiga Poin