Sabtu malam lalu, Jakarta gelap tapi bukan karena mati listrik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sengaja memadamkan lampu di sejumlah titik ikonik ibu kota selama satu jam penuh. Mulai dari Monas, Bundaran HI, sampai Balai Kota, semuanya ikut redup. Aksi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026. Dan ternyata, dampaknya lumayan juga: penghematan biaya listrik mencapai Rp 140 juta lebih.
Pemadaman berlangsung dari pukul 20.30 sampai 21.30 WIB. Enam puluh menit yang cukup terasa, apalagi kalau Anda kebetulan lewat kawasan tersebut. Suasana jadi lain, sunyi, agak dramatis. Tapi di balik itu semua, ada misi besar yang diusung: mengurangi emisi karbon.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa ini bukan sekadar seremoni. Menurut dia, aksi ini bagian dari upaya edukasi masyarakat. Targetnya? Penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun 2030. Lumayan ambisius, tapi setidaknya langkah kecil sudah dimulai.
“Aksi Hemat Energi yang dilakukan tadi malam merupakan aksi rutin yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan ini juga mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 mengenai Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon,” kata Dudi dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Dari data yang dikeluarkan PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, pemadaman satu jam itu berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 96,91 MWh. Angka yang cukup besar untuk ukuran satu jam, menurut saya.
“Dari kegiatan tersebut, tercatat penghematan biaya listrik mencapai Rp 140.226.312 serta penurunan emisi karbon sebesar 77,53 ton CO2e,” ungkapnya.
Dudi juga menekankan bahwa capaian ini menunjukkan sesuatu yang nyata. Bukan sekadar angka di atas kertas. Penghematan energi, kata dia, punya dampak langsung baik dari sisi lingkungan maupun biaya.
“Kami mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang telah mendukung Aksi Hemat Energi ini. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk terus menerapkan perilaku hemat energi sebagai langkah menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.
Ke depannya, program ini rencananya bakal terus digelar setiap tahun. Harapannya, masyarakat Jakarta mulai terbiasa. Bukan cuma saat lampu dipadamkan, tapi juga dalam keseharian.
“Kegiatan hemat energi ini dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah masing-masing, seperti mengganti lampu konvensional dengan lampu LED hemat energi, mencabut peralatan elektronik yang tidak dipakai dan mengatur suhu pendingin ruangan secara efisien. Dari kebiasaan kecil sehari-hari ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pengurangan emisi karbon dan mendukung terciptanya Jakarta yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Jadi, mungkin lain kali kalau Anda mematikan lampu sebelum tidur, ingatlah: itu bukan cuma soal tagihan listrik. Ada bumi yang ikut berterima kasih.
Artikel Terkait
Enam Tokoh Berdatangan ke Istana, Isu Reshuffle Terbatas Makin Menguat
Polisi Tangkap Pengangguran di Mojokerto yang Tipu 32 Perempuan Lewat Aplikasi Kencan dengan Foto Hasil AI
321 Pemda Nol Langkah Kendalikan Inflasi, Kemendagri: Jangan Hanya Hadir di Rapat
Jumhur Hidayat Tiba di Istana, Isu Pelantikan sebagai Menteri Lingkungan Hidup Menguat