Suasana di kawasan Pantai Indah Kapuk, atau yang lebih akrab disebut PIK, belakangan ini memang agak berbeda. Bukan cuma soal macet atau ramainya pengunjung kafe. Tapi, ada semacam tekanan yang terasa terutama bagi para pebisnis barang elektronik.
Ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik rupanya ikut mengocok perut para pemilik toko. Daya beli masyarakat? Ya, katanya mulai melambat. Tapi, mereka tidak tinggal diam. Berbagai jurus mulai dikeluarkan.
Ada yang rajin menebar promo. Ada pula yang memilih pendekatan lebih personal memberi layanan ekstra, sampai bikin konsumen merasa diistimewakan. Bahkan, ada yang nekat buka cabang baru di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
Hendry Hermawan, CEO sekaligus Co-Founder AIO Grup, termasuk yang optimis. Saat meluncurkan toko barunya di kawasan PIK 2, Tangerang, pada Minggu (26/4/2026), ia mengakui ada pengaruh terhadap harga.
“Pengaruh pada harga ada dan saya rasa hampir ke semua sektor. Tapi, untuk daya beli belum berpengaruh besar,” ujarnya.
Ia tidak cuma mengandalkan promo. Toko barunya yang katanya luasnya belasan ribu meter dilengkapi dengan kafe. Idenya sederhana: bikin orang betah. Selain itu, ada layanan konsultan elektronik. Jadi, pembeli tidak asal beli, tapi dibantu memilih sesuai kebutuhan dan kantong.
“Dari sini kami akan membantu mengarahkan mereka apa yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” tambahnya.
Ngomong-ngomong soal ekspansi, toko yang baru dibuka ini adalah cabang ketujuh. Dan, menurut Hendry, mereka tetap akan menjual produk untuk semua segmen dari rumah tangga kecil sampai proyek industri.
Untuk menarik minat, mereka menggelar promo bernama Lucky Seven. Potongan harganya lumayan: mulai Rp70 ribu sampai Rp7 juta. Yang lebih menarik, ada hadiah mobil listrik tanpa undian, katanya. Langsung dapat, mungkin?
Berkat strategi ini, pertumbuhan penjualan di tokonya disebut mencapai 50 persen per tahun. Untuk tahun 2026, targetnya dinaikkan jadi 80 persen. Lumayan ambisius, tapi siapa tahu.
Di tengah situasi yang serba tidak pasti, setidaknya ada yang masih berani bergerak. Dan itu, ya, patut diacungi jempol.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Buronan KKB Pembunuh Warga Sipil di Puncak Jaya, Pelaku Ditembak saat Coba Kabur
Prudential Syariah Catat Pertumbuhan Aset 20 Persen Jadi Rp8 Triliun Sepanjang 2025
Trump Dievakuasi Usai Penembakan di Makan Malam Wartawan, Langsung Kaitkan dengan Perang Iran
Danlanal Tarempa Tutup Persami KKRI, 96 Pelajar di Anambas Dibekali Kedisiplinan dan Wawasan Maritim