Jakarta Tidur. Seringkali orang tua menganggapnya remeh. Padahal, bagi anak-anak, tidur itu bukan cuma soal istirahat. Lebih dari itu, tidur adalah fondasi utama tumbuh kembang mereka, dari fisik sampai emosi.
Banyak orang tua yang merasa tenang begitu melihat anaknya sudah terlelap. Tapi, pernah nggak sih kita bertanya: berapa lama dia tidur? Apakah kualitasnya baik? Seringkali, durasi dan kualitas tidur justru luput dari perhatian.
Menurut laman Hello Sehat, kebutuhan tidur anak itu nggak bisa disamaratakan. Tergantung usianya. Dan memenuhi durasi yang pas itu kunci utama biar fungsi tubuh dan perkembangannya berjalan optimal.
Nah, biar lebih jelas, berikut rincian kebutuhan tidur anak berdasarkan usia:
- Usia 1–2 tahun: sekitar 11–14 jam per hari (sudah termasuk tidur siang).
- Usia 3–5 tahun: sekitar 11–13 jam per hari.
- Usia 6–10 tahun: sekitar 9–12 jam per hari.
Angka-angka ini penting banget. Soalnya, di usia-usia itu tubuh anak sedang dalam masa pertumbuhan aktif. Kurang tidur sedikit aja bisa berdampak.
Lalu, apa aja sih manfaat tidur cukup buat anak? Banyak, ternyata.
1. Mendukung Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan anak diproduksi paling optimal saat dia tidur nyenyak. Jadi, jangan heran kalau anak yang cukup tidur biasanya tumbuh lebih optimal.
2. Menjaga Daya Tahan Tubuh
Kurang tidur? Imun tubuh bisa turun drastis. Anak jadi gampang sakit. Batuk, pilek, demam, bolak-balik.
3. Mengontrol Berat Badan
Ini yang jarang disadari. Gangguan tidur bisa mengacaukan hormon pengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, anak jadi sering merasa lapar dan bisa berujung pada kenaikan berat badan yang nggak sehat.
4. Meningkatkan Kemampuan Belajar
Anak yang tidurnya cukup biasanya lebih fokus, konsentrasinya lebih baik. Prestasi belajarnya pun ikut terdongkrak.
5. Menstabilkan Emosi
Pernah lihat anak yang kurang tidur? Biasanya lebih rewel, gampang marah, bahkan tantrum. Tidur cukup bikin mereka lebih tenang dan emosinya lebih stabil.
Di sisi lain, tantangannya juga nggak sedikit. Semakin besar usia anak, semakin banyak distraksi. Main, sekolah, apalagi screen time gawai jadi ‘musuh’ utama jadwal tidur yang teratur.
Karena itu, peran orang tua di sini krusial banget. Bukan cuma menyuruh anak tidur, tapi juga memastikan rutinitas tidur yang baik. Batasi gawai sebelum tidur. Ciptakan lingkungan yang nyaman. Suasana kamar yang tenang, lampu redup, dan tanpa gangguan gadget.
Jadi, intinya begini. Tidur itu bukan sekadar waktu kosong buat anak. Ini adalah bagian penting dari proses tumbuh kembang yang nggak boleh diabaikan. Dengan memastikan anak tidur cukup sesuai usianya, kita nggak cuma menjaga kesehatannya, tapi juga membantu mereka belajar lebih baik dan emosinya lebih stabil.
Dan ya, jangan lupa saksikan tayangan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)
Artikel Terkait
Jay Idzes Kini Jadi Pilar Utama di Lini Belakang Sassuolo Usai Meniti Karier dari Belanda
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Angkot dan Sopir di Tanah Abang Akibat Sengketa Antrean
Anggota TNI Dikeroyok di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Ibu yang Kasar ke Anak
Polisi Bekuk Dua Pengedar, Sita 1.790 Butir Obat Keras Ilegal di Bogor