Jakarta – Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Arief Hidayat, punya pandangan menarik soal arah pemerintahan saat ini. Menurutnya, pemerintah perlu menyelaraskan langkah dengan konsep Trisakti yang digagas Bung Karno. Bukan sekadar nostalgia, tapi ini soal relevansi.
“Saya kira perlu lebih fokus ke arah apa yang sudah ditanamkan oleh Bung Karno. Itu saya, itu menurut saya,” ujar Arief, Sabtu, di sela acara Halalbihalal Alumni GMNI di gedung TVRI, Jakarta Pusat. Acaranya bertajuk “Pembangunan Karakter Bangsa Memperkuat Toleransi dan Gotong Royong.”
Nah, di tengah situasi geopolitik global yang lagi panas-panasnya gak karuan, kata orang Arief menilai Trisakti masih sangat relevan. Konsep ini, katanya, bisa jadi kompas.
“Trisakti adalah berdaulat di bidang politik, punya kemandirian di bidang ekonomi, dan mempunyai kepribadian di bidang budaya,” jelas mantan Hakim Mahkamah Konstitusi itu.
Dia menambahkan, dengan berpegang pada Trisakti, Indonesia bisa punya panggung di forum-forum internasional. Bukan cuma numpang lewat, tapi benar-benar berperan. Apalagi dalam situasi kayak sekarang, konflik Timur Tengah yang memanas, Indonesia bisa ikut bicara banyak soal perdamaian dunia.
Tapi, bukan cuma Trisakti saja. Arief juga menyebut Dasasila Bandung sepuluh prinsip dasar hasil Konferensi Asia-Afrika sebagai acuan penting.
“Saya kira itu dapat dijadikan sebagai dasar untuk membina geopolitik yang aman, tertib, dan untuk kesejahteraan bersama umat manusia di dunia,” ujarnya.
Belakangan, Presiden Prabowo Subianto memang gencar melakukan kunjungan ke luar negeri. Bertemu pimpinan negara lain, menjalin kerja sama, dan aktif di forum internasional. Semua itu, kata Arief, sudah selaras. Tapi, dia mengingatkan, jangan sampai melenceng dari tujuan akhir.
“Saya kira kalau saya melihat harus lebih fokus ke arah bagaimana menerapkan Trisakti dan Dasasila Bandung di dalam forum-forum internasional itu,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Arief mengajak semua elemen bangsa, termasuk jajaran GMNI, untuk memperkuat solidaritas nasional. Jaga stabilitas politik dan ekonomi. Kedepankan kepentingan nasional. Biar Indonesia tetap tangguh dan berdaya saing, di tengah dinamika global yang makin nggak terduga.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak BGN Copot Korwil yang Lindungi Dapur MBG Nakal
Pemprov DKI Tangani Keluhan Satpol PP soal Kekurangan Personel dan 35 Anggota Meninggal dalam Setahun
BMKG: Jakarta Cerah Berawan di Pagi Hari, Waspada Hujan Lebat di Jakarta Timur Sore Nanti
Pramono Edhie Ungkap Pengalaman Ikut Seleksi Kopassus: Dari Hell Week hingga Interogasi ala Perang Sungguhan