Penyidikan kasus dugaan penipuan yang dilakukan biro perjalanan umrah Hanania Travel terus berlanjut. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus yang merugikan ratusan calon jemaah hingga belasan miliar rupiah ini.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 70 orang saksi. Mereka terdiri dari para korban dan pihak lain yang terkait dengan promosi serta pelaksanaan perjalanan ibadah yang batal diberangkatkan.
"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 70 orang saksi, baik itu korban maupun pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan promosi dan pelaksanaan perjalanan umrah yang kemarin tidak jadi berangkat beberapa jemaah," ujar Iman Imanuddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga membuka posko pengaduan bagi para korban. Langkah ini diambil untuk menampung laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan. Hingga kini, sebanyak 687 orang telah melaporkan diri sebagai korban.
"Kemudian sampai dengan hari ini juga kami melakukan pembukaan posko pelayanan pengaduan bagi korban-korban dugaan penipuan dan penggelapan yang dimaksud. Sudah ada 687 orang yang melakukan atau menyampaikan pengaduannya kepada kami," jelas Iman. Ia menambahkan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan.
Sementara itu, penyidik juga tidak hanya membidik pihak manajemen travel. Beberapa figur publik yang turut mempromosikan Hanania Travel, seperti selebgram dan influencer, turut dimintai keterangan. Mereka diperiksa untuk mengetahui peran mereka dalam skema pemasaran yang diduga digunakan untuk menarik minat calon jemaah.
"Beberapa selebgram atau influencer juga kami lakukan pemeriksaan atau pengambilan keterangan sehubungan dengan upaya untuk menarik dari para korban atau upaya untuk turut serta dalam marketing dari tersangka tersebut," ucap Iman.
Artikel Terkait
Venus dan Jupiter Tampak Saling Berdekatan Malam Ini, Fenomena Konjungsi Langka Terjadi
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari Sembilan Dubes di Istana
Malut Tak Mampu Bayar Gaji PPPK hingga Akhir 2026, Gubernur Minta DBH 60 Persen Dikembalikan
Shin Tae-yong Tegaskan Tak Akan Pakai Taktik Parkir Bus di Persija Jakarta