Jakarta Jannik Sinner, petenis nomor satu dunia, memberikan dukungan penuh untuk rivalnya Carlos Alcaraz. Sang juara bertahan peringkat dua itu memutuskan mundur dari dua turnamen besar: ATP Masters 1000 Roma dan Grand Slam Roland Garros. Cedera jadi alasannya.
“Yang terpenting adalah mengatakan bahwa tenis membutuhkan Carlos,” ujar Sinner dalam sesi temu media, Sabtu. Ia baru saja menang di laga pembuka Madrid Open 2026. “Tenis jadi olahraga yang jauh lebih baik ketika dia ada.”
Menurut petenis Italia itu, kehadiran Alcaraz selalu membawa perspektif berbeda. Cara Sinner memandang sebuah turnamen pun berubah. “Bagi saya, menyenangkan ketika dia ada. Itu membuat saya melihat undian dan pertandingan dengan cara yang lain,” katanya. “Bahkan jika saya harus menghadapi Carlos, itu akan selalu di final.”
Di tengah persaingan ketat, Sinner menegaskan rasa hormat tetap nomor satu. Semua rivalitas, kata dia, harus dikesampingkan saat kondisi seperti ini. Fokus utama sekarang adalah pemulihan Alcaraz.
“Saya yakin dia akan kembali lebih kuat dari sebelumnya. Saya berharap dia tidak mengalami cedera lebih lanjut. Kita semua ingin dia kompetitif saat kembali nanti,” tambah Sinner, yang sudah mengoleksi delapan gelar Masters 1000.
Sementara itu, di Madrid, Sinner tetap fokus pada jalannya sendiri. Unggulan teratas itu bangkit dari awal yang lambat untuk mengalahkan Benjamin Bonzi. Skor akhir 6-7(6), 6-1, 6-4. Pertandingan pembuka yang cukup berat, katanya.
“Saya mencoba berjuang melewati kondisi yang sangat unik di sini. Saya tahu harus meningkatkan kemampuan. Tapi hari ini, bagian terpenting adalah menang. Sisanya, kita lihat nanti,” ujar Sinner.
Petenis berusia 24 tahun itu punya misi besar. Ia bertekad menjadi petenis pertama sejak 1990 yang memenangi lima gelar Masters 1000 berturut-turut. Sebuah target yang ambisius, tapi bukan hal mustahil mengingat performanya.
Sebelum bertanding, ada momen menarik. Sinner ikut sesi latihan persahabatan di Santiago Bernabeu. Ia bersama legenda tenis Rafael Nadal, plus dua bintang Real Madrid: Thibaut Courtois dan Jude Bellingham.
“Melihat Rafa kembali adalah sesuatu yang sangat istimewa. Sore yang menyenangkan,” kenang Sinner. “Jude adalah pemain luar biasa, salah satu idola saya. Dia di puncak selama bertahun-tahun, tapi tetap rendah hati. Pengalaman yang sangat menyenangkan.”
Dengan Courtois, Sinner punya lebih banyak waktu. “Kami berangkat bersama, ngobrol banyak hal. Itu sangat menyenangkan,” katanya.
Artikel Terkait
Dua Pria Terlibat Keributan di KRL Jakarta-Bogor, Diduga Berawal dari Dugaan Pelecehan
Pasutri Diduga Curi Motor di Parung, Bawa Anak Kecil saat Beraksi
Menlu Iran Tiba di Pakistan, Bantah Akan Ada Pertemuan Langsung dengan AS
Pemprov Kalteng Targetkan Cetak 10.000 Mahasiswa Lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana