Pemprov Kalteng Targetkan Cetak 10.000 Mahasiswa Lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana

- Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB
Pemprov Kalteng Targetkan Cetak 10.000 Mahasiswa Lewat Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Jakarta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah nggak main-main soal urusan pendidikan. Mereka terus mendorong pemerataan akses belajar lewat berbagai program gratis. Salah satu yang paling ambisius? Mencetak 10 ribu mahasiswa. Program itu namanya Satu Keluarga Satu Sarjana.

Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, yang mengumumkan hal ini. Ia baru saja menerima penghargaan kategori Outstanding Province in Educational Equality Service dalam ajang National Governance Awards 2026. Acaranya berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat malam, 24 April 2026.

“Kami mencoba mengangkat sisi kekurangan dari sumber daya manusia, terutama karena adanya ketidakadilan dan kesenjangan pendidikan,” ujar Edy.

Menurutnya, salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pemberian akses pendidikan tinggi. Sasaran utamanya? Masyarakat dari keluarga kurang mampu dan mereka yang tinggal di daerah pedalaman.

“Program satu keluarga satu sarjana ditargetkan untuk 10.000 calon mahasiswa, dan semuanya gratis ditanggung oleh pemerintah provinsi,” katanya.

Di sisi lain, Pemprov Kalteng juga membuka program pendidikan vokasi jenjang D1. Tahun ini, kuotanya mencapai 2.000 calon mahasiswa. Edy menjelaskan, “Pendidikan vokasi ini kami siapkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.”

Nggak cuma itu. Mereka juga mendorong digitalisasi pembelajaran. Caranya? Dengan menggunakan perangkat interaktif di sekolah-sekolah. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Menurut Edy, semua program ini dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan Kalteng. Daerah ini memang kaya sumber daya alam. Tapi, kata dia, butuh sumber daya manusia yang kompeten untuk mengolahnya.

“Kalimantan Tengah kaya sumber daya alam, tetapi harus diolah dengan sumber daya manusia yang memiliki skill memadai,” ujar dia.

Ia pun menegaskan, upaya pemerataan pendidikan ini jadi kunci. Tujuannya sederhana: agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di pelosok, punya kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar