Polisi Panggil Agen Penyalur Usai Dua PRT Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas

- Jumat, 24 April 2026 | 17:55 WIB
Polisi Panggil Agen Penyalur Usai Dua PRT Lompat dari Lantai 4 Kos di Benhil, Satu Tewas

Masih ada misteri yang belum terungkap di balik peristiwa tragis di Benhil, Jakarta Pusat. Dua pekerja rumah tangga atau PRT nekat melompat dari lantai 4 sebuah gedung kos. Salah satunya tewas di tempat. Yang satu lagi selamat, meski mengalami luka-luka.

Sekarang, kasus ini tidak lagi ditangani sendirian oleh polres setempat. Polda Metro Jaya ikut turun tangan. Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, penanganannya masih gabungan. Antara Polres Jakpus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dia bilang begitu pada Jumat, 24 April 2026.

Di sisi lain, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, punya cerita lain. Menurut dia, polisi masih mendalami keterangan dari PRT yang selamat. Namanya D, umur 30 tahun. Tapi bukan cuma itu. Agen penyalur yang memberangkatkan kedua PRT itu juga bakal dipanggil.

"Kami juga akan memanggil agen PRT untuk didalami keterangannya," ujar Reynold. "Langkah ini penting agar penyidik mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, cermat, dan berimbang."

Sehari sebelumnya, Kamis (23/4), polisi sudah memeriksa pihak majikan. Dari situ, ada pengakuan yang cukup mencengangkan. PRT yang selamat bilang majikannya sadis. Saking tidak betahnya, mereka nekat ambil risiko sebesar itu lompat dari lantai 4. Tapi tentu, semua masih didalami.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Rabu malam, 22 April 2026. Dua PRT itu, R (15) dan D (30), sama-sama melompat. Sayangnya, R tidak selamat. D, yang lebih tua, masih bernasib lebih baik meski terluka. Sekarang, semua mata tertuju pada proses penyidikan. Akankah ada tersangka? Atau ini murni tindakan nekat karena tekanan? Kita tunggu saja.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar