Dua Calon Haji Soppeng Batal Terbang, Satu Hamil dan Satu Sakit

- Selasa, 21 April 2026 | 23:30 WIB
Dua Calon Haji Soppeng Batal Terbang, Satu Hamil dan Satu Sakit

Makassar – Rencana perjalanan spiritual dua jemaah calon haji dari Soppeng mendadak berubah arah. Mereka seharusnya terbang bersama Kloter 1 Embarkasi Makassar dini hari tadi, Rabu (22/4/2026). Sayangnya, hasil pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Sudiang memastikan keduanya tak layak untuk naik pesawat.

Jemaah pertama, Sabriati (32), diketahui sedang mengandung. Usia janinnya baru sepuluh minggu. Sementara itu, Rahmi Miden (47), jemaah kedua, kondisinya drop mendadak sebelum berangkat. Dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Sulsel, Ikbal Ismail, membeberkan alasan pembatalan Sabriati. Aturan keselamatan penerbangan jelas melarangnya. Ibu hamil cuma boleh terbang jika kandungannya berusia antara 16 sampai 24 minggu.

"Jemaah yang hamil ditunda keberangkatannya untuk tahun depan. Menariknya, meski batal, jemaah yang bersangkutan justru sangat bersyukur secara psikis karena ini merupakan kehamilan pertama setelah delapan tahun menanti,"

Ujar Ikbal di lokasi. Rasanya, penantian panjang itu akhirnya terbayar juga, meski dengan cara yang tak terduga.

Lalu bagaimana dengan nasib Rahmi Miden? Menurut Ikbal, tim masih terus memantau perkembangannya di rumah sakit. Ada secercah harapan. Jika kesehatannya cepat pulih dan stabil, masih ada kemungkinan dia menyusul dengan kloter berikutnya, asalkan ada kursi yang kosong.

Di sisi lain, kabar ini mengakibatkan dua kursi dalam pesawat kloter perdana itu kosong. Ketua Kloter 1 UPG Makassar, Mulyadi, menegaskan posisi mereka tidak akan diisi oleh pengganti.

Soal jemaah yang sakit, keluarga sudah mengambil keputusan. Sang suami akan berangkat lebih dulu, sementara istri berjuang memulihkan diri di Makassar.

"Tadi sudah koordinasi, suaminya tetap berangkat duluan dan sang istri sudah ikhlas. Informasi yang kami terima, beliau mengalami gangguan kesehatan bagian dalam,"

Mulyadi menjelaskan situasi yang pelik itu.

Alhasil, rombongan yang akhirnya mengudara menuju Tanah Suci berjumlah 391 orang, termasuk para petugas kloter. Pesawat mereka rencananya meninggalkan Bandara Sultan Hasanuddin pukul 03.20 WITA pagi tadi. Perjalanan ini sekaligus membuka jalan bagi persiapan Kloter 2 asal Sidrap yang akan menyusul kemudian.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar