Anggota DPR Desak KPK Usut Tuntas Aliran Dana Korupsi ke Pihak Ketiga

- Selasa, 21 April 2026 | 08:40 WIB
Anggota DPR Desak KPK Usut Tuntas Aliran Dana Korupsi ke Pihak Ketiga

Lola Nelria, yang dikenal sebagai Wabendum NasDem sekaligus anggota Komisi III DPR, menyoroti temuan KPK dengan nada prihatin. Menurutnya, laporan soal aliran dana korupsi ke pihak ketiga termasuk selingkuhan bukanlah hal sepele. Ini adalah alarm, peringatan keras buat kita semua.

"Fenomena yang disampaikan oleh KPK tersebut tentu menjadi alarm serius bagi kita semua, bahwa praktik korupsi tidak hanya berhenti pada tindakan mengambil uang negara, tetapi juga diikuti dengan upaya sistematis untuk menyamarkan hasil kejahatan melalui berbagai modus, termasuk dengan mengalirkan dana kepada pihak ketiga seperti selingkuhan," ujar Lola kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Dia melanjutkan, "Hal ini menunjukkan bahwa tindak pidana korupsi hampir selalu berkaitan erat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU)."

Intinya, korupsi dan pencucian uang itu ibarat dua sisi mata uang yang sama. Lola lantas mendesak agar penanganan kasus tak boleh setengah-setengah. Setiap perkara korupsi, tegasnya, harus ditelusuri sampai ke akarnya. Tujuannya jelas: agar harta haram itu bisa disita negara.

"Kami mendorong KPK agar tidak berhenti pada pengungkapan fenomena atau data semata, tetapi memperkuat implementasi penegakan hukum berbasis TPPU secara maksimal," sambungnya.

Di sisi lain, politikus NasDem itu juga menekankan satu hal krusial. Penting sekali untuk menjerat pihak-pihak yang menerima aliran dana tersebut. Kenapa? Ini untuk memutus mata rantai kejahatan yang sudah terlampau panjang.

"Ini penting untuk memutus rantai kejahatan, termasuk menjerat pihak-pihak yang menerima aliran dana tersebut apabila terbukti mengetahui atau patut menduga bahwa uang yang diterima berasal dari tindak pidana," jelas Lola.

Langkah lain yang dia usung adalah soal kolaborasi. Sinergi antara KPK, PPATK, dan aparat penegak hukum lainnya harus diperkuat. Apalagi modus kejahatan kini makin rumit dan berlapis. Butuh kerja sama yang solid untuk menelusuri aliran dana yang kompleks itu.

Ke depan, Lola berharap ada efek jera yang lebih nyata. Bukan hanya lewat pemiskinan koruptor, tapi juga dengan menindak tegas semua pihak yang terlibat, termasuk mereka yang menikmati hasilnya.

"Dengan demikian, pemberantasan korupsi tidak hanya bersifat represif, tetapi juga memberikan dampak pencegahan yang nyata," tutupnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar