Gempa besar mengguncang Jepang utara Senin (20/4) sore waktu setempat. Guncangan berkekuatan 7,4 magnitudo itu diikuti peringatan tsunami. Kabar baiknya, menurut Kementerian Luar Negeri RI, tidak ada warga negara Indonesia yang jadi korban.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah. Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan WNI yang terdampak.
"Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa," kata Heni dalam pernyataan tertulisnya, Senin lalu.
Di sisi lain, situasi di lapangan masih terus dipantau. KBRI Tokyo dikabarkan telah menerima informasi soal peringatan tsunami yang dikeluarkan untuk beberapa prefektur, seperti Aomori, Iwate, dan sebagian Hokkaido. Mereka pun langsung bergerak.
Menurut Heni, komunikasi intensif dengan jaringan diaspora WNI di wilayah terdampak telah dilakukan. Tujuannya jelas: memastikan keselamatan mereka. Warga Indonesia yang berada di Aomori, Iwate, dan Hokkaido pun diimbau untuk tetap waspada.
Mereka harus memantau terus peringatan dari otoritas setempat dan siap mengikuti langkah evakuasi jika diperlukan. Kesiapsiagaan adalah kunci di tengah situasi seperti ini.
Lalu, bagaimana jika ada WNI yang membutuhkan pertolongan? Kemlu menyiapkan jalur darurat. Bagi yang menghadapi keadaan darurat dan butuh bantuan, KBRI Tokyo bisa dihubungi lewat hotline khusus.
Nomor yang bisa dihubungi adalah 81-80-3506-8612 atau alternatifnya 81-80-4940-7419. Poin penting ini ditegaskan kembali oleh Heni agar diketahui oleh publik.
Jadi, meski gempa dan ancaman tsunami sempat membuat khawatir, kabar mengenai WNI di Jepang masih cukup melegakan. Semoga kondisi tetap aman dan terkendali.
Artikel Terkait
Ketua MPR Kagumi Percepatan Pembangunan IKN, Target 2028 Semakin Nyata
Marina Budiman Pertahankan Gelar Perempuan Terkaya Indonesia Berkat Bisnis Data Center
MA Terbitkan Pedoman Pidana Non Penjara untuk Atasi Kepadatan Lapas
Tim Cook Mundur dari CEO Apple, John Ternus Siap Gantikan Posisi