Rombongan pimpinan MPR RI yang dipimpin Ahmad Muzani baru-baru ini menyambangi Ibu Kota Nusantara. Kunjungan ini, rupanya, disambut hangat oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Ia terlihat begitu bersemangat menyambut tamu-tamu dari Jakarta itu.
Di Kantor Otorita IKN, Kalimantan Timur, Senin (20/4/2026), Basuki tak menyembunyikan rasa syukurnya. "Kami sungguh mengucapkan terima kasih," ujarnya.
"Ini kunjungan dari MPR yang kedua. Dan yang baru pertama kali ini, lembaga yang mendarat di IKN. Mudah-mudahan akan diikuti dengan yang lain-lainnya," harap Basuki.
Ada cerita di balik kegembiraannya. Menurut Basuki, dulu ia sempat merasa berjuang sendirian. Saat itu, ia harus berhadapan dengan publik yang pro dan kontra terkait pembangunan IKN. Rasanya seperti berbicara pada tembok. Namun, situasi itu mulai berubah.
"Saya pribadi sebagai Pimpinan atau Kepala Otorita, kalau saya flashback ke setahun yang lalu, tahun lalu saya seperti sendirian," kenangnya. "Kemudian ada Perpres 79 tahun 2025, nah itu sudah ada di depan saya."
Dukungan itu kian nyata. Pertama, dengan kunjungan MPR sebelumnya. "Itu saya sudah merasa, wah berarti sudah ada back-up back-up saya," katanya. Lalu, kunjungan Presiden Prabowo Subianto menambah keyakinannya. "Lebih mantap lagi," sambung Basuki.
Dukungan Prabowo bahkan tak sebatas kunjungan. Pekan lalu, Presiden telah menandatangani persetujuan desain untuk kawasan legislatif dan yudikatif. Hal ini, bagi Basuki, adalah bukti keterlibatan yang lebih dalam dari pimpinan negara.
"Jadi itu merupakan dukungan betul pada kami," tegasnya. "Hari ini, Bapak pimpinan dan seluruh anggota MPR datang ke sini, betapa bahagianya kami semua ini, Pak, bahwa kami ternyata tidak sendirian lagi."
Dengan dukungan yang menguat, ia pun menjelaskan peta jalan ke depan. Fase pertama pembangunan, dari 2020 hingga 2024, telah selesai dengan hasil kawasan eksekutif yang kini berdiri. Sekarang, fokus bergeser.
"Fase kedua 2025-2030 itu adalah nanti fokusnya di yudikatif dan legislatif, termasuk yang lain-lainnya," imbuh Basuki, menutup penjelasannya dengan optimisme yang terasa berbeda dari kesendirian yang pernah ia rasakan.
Artikel Terkait
Pengadilan Tolak Praperadilan Hakim Tersangka Suap Lahan
Mendagri Ingatkan Urbanisasi Liar Ancam Stabilitas Kota
Lapas Gunung Sindur Tegaskan Komitmen Zero Halinar, Musnahkan 55 HP Ilegal
Pembangunan Dua Jembatan Merah Putih Tahap II Resmi Dimulai di Bengkalis