Suasana malam di kawasan Dramaga, Bogor, mendadak ricuh Jumat (17/4) lalu. Tawuran antar kelompok pelajar pecah di jalur Lingkar Dramaga, dan berakhir tragis. Seorang remaja, baru 15 tahun, harus meregang nyawa.
Korban adalah SP, seorang pelajar MTs. Ia ditemukan tak bernyawa di area persawahan, tak jauh dari lokasi keributan. Luka sabetan senjata tajam di punggungnya diduga menjadi penyebab kematiannya.
Kapolsek Dramaga AKP AM Zalukhu menjelaskan kronologinya. “Piket fungsi mendatangi lokasi tawuran dan membubarkannya,” ujarnya, Minggu (19/4).
Namun begitu, setelah kerumunan bubar, petugas justru menemukan hal yang lebih mengerikan.
“Kemudian ketika dilakukan penyisiran di Desa Ciherang Dramaga, piket fungsi menemukan SP sudah tergeletak dengan luka di punggung,” lanjut Zalukhu.
Upaya penyelamatan pun dilakukan dengan sigap. Korban segera dievakuasi ke rumah sakit. Sayangnya, semua sudah terlambat.
“Oleh pihak rumah sakit, mengatakan korban sudah meninggal dunia,” imbuhnya.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan detik-detik pengangkatan korban. Situasinya sungguh memilukan. Dengan menggunakan sarung sebagai tandu, sejumlah warga bergotong-royong menggotong tubuh SP. Mereka berjalan susah payah, menembus semak dan pematang sawah yang becek.
Di sisi lain, proses hukum kini bergulir. Polisi masih mendalami motif dan siapa pelaku di balik bacokan itu. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap tabir peristiwa maut tersebut.
“Saat ini korban sudah dimakamkan kemarin dan kita sedang dalam penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Zalukhu menutup penjelasannya.
Duka telah menyelimuti keluarga. Sementara di luar sana, penyelidikan terus berlanjut, mencari keadilan untuk seorang anak yang hidupnya diputus terlalu cepat.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Gunakan Drone ETLE untuk Awasi Lalu Lintas Kemala Run 2026 di Gianyar
Getaran Misterius Guncang Tiga Blok di Desa Cipanas Cirebon, Warga Panik
NEXT Indonesia Center: Ekonomi 2026 Masih Berpeluang Tumbuh di Atas 5 Persen
Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu Ancam Ekosistem Perairan Indonesia