PIS Siapkan Rute Aman untuk Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

- Sabtu, 18 April 2026 | 13:50 WIB
PIS Siapkan Rute Aman untuk Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

Dua kapal milik Pertamina masih tertahan di kawasan Selat Hormuz. Kabar baiknya, pemerintah Iran baru saja mengumumkan pembukaan jalur laut itu. Menanggapi perkembangan ini, PT Pertamina International Shipping (PIS) langsung bergerak. Mereka kini tengah menyusun rencana pelayaran atau passage plan yang aman untuk kedua kapal tersebut agar bisa segera berlayar.

Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengonfirmasi kesiapan mereka. "Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif," ujarnya.

"Dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz," lanjut Vega, seperti dilaporkan Antara, Sabtu (18/4/2026).

Persiapannya sendiri cukup detail. Menurut Vega, timnya tengah menyusun rute, mengidentifikasi potensi risiko, menyiapkan navigasi elektronik, plus merancang berbagai skenario cadangan. Tidak hanya itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga digenjot.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri RI disebut aktif membantu komunikasi melalui jalur diplomatik dengan otoritas setempat. Vega menambahkan, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, hingga pemilik muatan. Tujuannya jelas: memastikan semua prosedur perizinan beres.

"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya," tegas Vega.

Lalu, di mana posisi kedua kapal itu sekarang? Berdasarkan data dari situs pelacak Vessel Finder hingga pekan lalu, kedua tanker itu masih ada di wilayah Teluk Persia. Pertamina Pride terpantau berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sementara itu, Kapal Gamsunoro tercatat berlabuh di perairan dekat Dubai, Uni Emirat Arab.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar