Pentagon Ajak GM dan Ford Dongkrak Produksi Persenjataan

- Jumat, 17 April 2026 | 13:20 WIB
Pentagon Ajak GM dan Ford Dongkrak Produksi Persenjataan

Laporan terbaru dari Wall Street Journal mengungkapkan langkah tak biasa Pentagon. Departemen Pertahanan AS itu disebut sedang merangkul para raksasa industri otomotif domestik, seperti General Motors dan Ford. Tujuannya? Untuk membantu mendongkrak produksi persenjataan.

Menurut sejumlah sumber yang memahami situasi, pembicaraan dengan para produsen mobil dan manufaktur lain ini sudah berjalan. Bahkan, dialog itu disebut telah dimulai sebelum konflik dengan Iran memanas akhir Februari lalu. Informasi ini dilaporkan pertama kali WSJ pada Rabu (15/4), dan kemudian dikutip oleh Reuters serta Anadolu Agency pada Jumat (17/4/2026).

Latar belakangnya jelas: persediaan amunisi AS terkuras. Ada dua faktor utama. Pertama, dukungan militer terus-menerus untuk Ukraina. Kedua, keterlibatan Amerika dan sekutunya, Israel, dalam perang melawan Iran. Stok yang menipis itu memaksa Pentagon mencari solusi di luar kontraktor pertahanan tradisional.

Nah, di sinilah industri otomotif masuk. Para pejabat Pentagon dilaporkan telah bertemu dengan eksekutif puncak, termasuk CEO GM Mary Barra dan CEO Ford Jim Farley. Pertanyaannya intinya: bisakah pabrik-pabrik mobil ini dengan cepat beralih untuk mengerjakan proyek pertahanan?

Pemerintahan Presiden Donald Trump sendiri disebut menginginkan peran yang lebih besar dari para produsen mobil dalam produksi militer. Tidak hanya GM dan Ford, perusahaan seperti GE Aerospace dan Oshkosh, produsen kendaraan dan mesin khusus, juga terlibat dalam pembicaraan.

Intinya, Pentagon butuh skala produksi massal yang dimiliki industri otomotif. Mereka melihat kemampuan itu sebagai kunci untuk mengisi kembali gudang senjata yang semakin kosong. Para produsen mobil Amerika mungkin akan didorong untuk mendukung, atau bahkan berkolaborasi dengan, kontraktor pertahanan yang sudah ada.

Jadi, situasinya berkembang. Perang yang berkecamuk di Timur Tengah dan Eropa Timur ternyata tidak hanya mengubah peta geopolitik, tetapi juga mulai mengubah lanskap industri di dalam negeri AS. Pabrik-pabrik yang biasa memproduksi pickup dan SUV, bisa saja dalam waktu dekat ini dialihkan untuk membuat sesuatu yang lain sama sekali.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar