YOII Catat Lonjakan Pendapatan Jasa 122% di Tengah Tantangan Ekonomi 2025

- Rabu, 15 April 2026 | 19:45 WIB
YOII Catat Lonjakan Pendapatan Jasa 122% di Tengah Tantangan Ekonomi 2025

Jakarta – Laporan keuangan PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) untuk tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang cukup tajam. Pendapatan jasanya melesat ke angka Rp730,70 miliar, atau naik lebih dari 122% dibanding tahun sebelumnya. Angka yang tak main-main.

Yang lebih mencolok lagi, Hasil Jasa Asuransi mereka malah meroket hampir 290%, menjadi Rp458,72 miliar. Direktur Utama perusahaan, Adi Wibowo Adisaputro, mengakui capaian ini di tengah iklim ekonomi yang penuh tekanan.

"Tahun 2025 memang penuh tantangan dari berbagai sisi," ujarnya.

Karena itulah, menurut Adi, perusahaan kini fokus pada penguatan strategi jangka panjang. Hal ini disampaikannya dalam sebuah public expose di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

"Upaya kami menghadirkan produk asuransi yang inovatif tentu membutuhkan struktur permodalan yang kuat. Salah satu langkah strategis kami akan mengalokasikan seluruh laba bersih tahun lalu sebagai modal untuk pengembangan ke depan," tegas Adi.

Laba bersih yang dimaksud tercatat sebesar Rp20,14 miliar hingga Desember 2025, tumbuh sekitar 19%. Pertumbuhan ini masih ditopang oleh kinerja andalan mereka: produk asuransi kecelakaan diri dan asuransi perjalanan.

"Perusahaan masih fokus melakukan perluasan portofolio produk kecelakaan diri dan perjalanan," lanjutnya. Inovasi terus digenjot agar sesuai dengan kebutuhan di era gaya hidup digital.

Ke depan, ekspansi produk akan lebih digiatkan. Perusahaan berencana memperluas jangkauan produk asuransi terkait gaya hidup, baik secara horizontal maupun vertikal. Mereka akan aktif mengejar tren gaya hidup terkini untuk dijadikan basis produk baru.

Misalnya, produk asuransi perjalanan akan diperluas lagi. Pemanfaatan kanal online, baik melalui pialang maupun cara konvensional, akan dioptimalkan. Tak lupa, produk asuransi mikro dan layanan asuransi kendaraan lewat berbagai kanal yang ada juga akan ditingkatkan.

Di sisi lain, kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan juga menguat. Aset YOII mencapai Rp347,25 miliar, naik 38,43%. Sementara total liabilitasnya naik lebih tinggi, 51,44%, menjadi Rp136,22 miliar. Ekuitas pun ikut merangkak naik 31,15% ke level Rp211,03 miliar.

Adi juga menyampaikan laporan penggunaan dana hasil penawaran saham perdana (IPO) perusahaan yang nilainya Rp41,20 miliar. Dari jumlah itu, biaya emisi yang telah dikeluarkan sekitar Rp5,70 miliar.

"Seluruh dana telah direalisasikan untuk kegiatan pemasaran dan operasional Perseroan," jelasnya.

Adi memastikan realisasi sisa dana IPO itu telah mematuhi semua peraturan dan prinsip GCG yang berlaku.

Perlu dicatat, PT Asuransi Digital Bersama Tbk ini sebelumnya bernama PT Sarana Lindung Upaya (SLU). Perusahaan asuransi umum ini sudah berdiri sejak 1988. Arah bisnisnya berubah setelah restrukturisasi besar pada 2022, yang memfokuskannya pada asuransi gaya hidup dengan mengadopsi teknologi informasi dalam operasionalnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar